Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Puluhan Anak Ikuti Sekolah Ralyat di Banjarmasin

×

Puluhan Anak Ikuti Sekolah Ralyat di Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
Hal 6 3 KLm Anak skeolah
DAMPINGI ANAK- Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Nuryadi saat mendampingi puluhan anak yang dilepas untuk mengikuti program sekolah rakyat di Halaman Balaikota Banjarmasin, Senin (14/7/2025).

Banjarmasin , KP – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengirimkan puluhan anak dari keluarga tidak mampu untuk mengikuti program pendidikan Sekolah Rakyat pada 2025.

Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Nuryadi di Banjarmasin, Selasa, menyampaikan, tepatnya sebanyak 42 anak yang dikirim mengikuti program Sekolah Rakyat gratis dari pemerintah pusat tersebut.

Kalimantan Post

Menurut dia, ada dua lokasi Sekolah Rakyat yang diikuti anak-anak tersebut di Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Sentra Budi Luhur Landasan Ulin, Kota Banjarbaru serta Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Kota Banjarmasin Jalan Trikora Banjarbaru.

“Sebanyak 39 anak dikirim ke Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Sentra Budi Luhur dan tiga anak di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial,” ungkapnya.

Menurut dia, seluruh anak yang mengikuti program ini sudah dikirim kedua tempat tersebut pada 14 Juli 2025.

Dinyatakan dia, pengiriman anak-anak tersebut difasilitasi Dinsos Kota Banjarmasin sebagai bagian program penanganan sosial bagi anak tidak mampu atau dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Nuryadi menyampaikan, konsep pembelajaran Sekolah Rakyat ini secara boarding school atau sistem pendidikan melalui siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga tinggal di asrama yang disediakan sekolah.

“Sehingga mereka harus menginap di sana, mereka tetap seperti sekolah reguler biasa menjalaninya. Cuma mereka bedanya di asrama kan oleh kementerian sosial, provinsi dan kabupaten/kota,” ucapnya.

Menurut Nuryadi, Sekolah Rakyat ini mengutamakan pendidikan karakter, karena siswa bisa dibilang orang miskin atau taraf hidup ekonomi bawah.

“Jadi pembentukan karakter, kebiasaan dan lainnya yang ditimbulkan di kurikulum pembelajaran Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Menurut dia, pelaksanaan pembelajaran selama dua bulan pertama akan dibimbing pendidikan karakter, kemudian orang tua tak diizinkan untuk menemui selama dua tersebut bulan, guna menyesuaikan diri kepada lingkungan belajar.

Baca Juga :  Wawali Ananda Tegaskan Opsen PKB Bukan Pajak Baru, Warga Diminta tak Salah Paham

Dikatakan Nuryadi, Pemerintah Kota Banjarmasin sangat mendukung program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, karena sangat berarti untuk memutus rantai anak putus sekolah. (Nau/ant/K-3)

Iklan
Iklan