Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Rencana Ditutup Akses ke Musala

×

Rencana Ditutup Akses ke Musala

Sebarkan artikel ini

Besok, Wali Kota Peletakan Batu Pertama Pembangunan Puskesmas

1 aksess
KONDISI Musala Darul Ar-qam, yang rencananya ditutup akses ke tempat ini dengan adanya pembangunan serta perluasan Puskesmas Cempaka Putih, jadi pembicaraan warga. (KP/aqli)

Ini jadi pembicaraan warga, padahal bagus juga jika ada akses bisa pula dipergunakan bagi perawat, dokter atau pasien puskesmas.

BANJARMASIN, KP – Sesuai rencana, besok Selasa (29/7), Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin berserta para Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan serta perluasan Puskesmas Cempaka Putih di Jalan Simpang Kuripan Banjarmasin Timur.

Kalimantan Post

Persiapan telah dilaksanakan hingga pengecekan di lokasi dari pihak Dinas Kesehatan.

“Iya sesuai rencana acara peletakan batu pertama loleh Walikota,” kata Dani, salah satu dari Dinas Kesehatan, ketika cek lokasi, Minggu (27/7).

Hal senada diungkapkan Irwan Roasadi, salah satu pelaksana lapangan dari pihak kontraktor pembangunan.
 
Namun, pembangunan puskesmas dengan anggaran Rp 6 Miliar (M) lebih, yang bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kota Banjarmasin, jadi pembicaraan hangat warga dan upaya cari solusi soal akses atau jalan untuk menuju Musala Darul Ar-qam.

Pasalnya, akses untuk umum bakal ditutup sesuai sketsa dan ukuran bangunan puskesmas.

Musala diketahui selama ini memang selain fasilitas sekolah SD Negeri Kebun Bunga, yang ada di sampingnya juga untuk masyarakat lingkungan sekitar.

Biasa pula untuk acara perkumpulan yasinan ibu-ibu serta pada bulan Ramadan, penuh jemaah tarawih hingga sebagai pratik para mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Abtasari Banjarmasin sebagai iman untuk jemaah.

Dari keterangan, selama ini lahan yang berdiri musala dari pemilik Kodrat (almarhum).

Dan berdasarkan kesepakatan dengan sejumlah tokoh masyarakat sekitar lingkungan dulunya, mau tukar guling untuk sekolah.

Asal juga bisa dipergunakan untuk masyarakat sekitar hingga akses jalan selain dari sekolah, juga dibuat untuk masyarakat.

“Iya, awalnya memang begitu, tapi sekarang tinggal kebijakan dari Pemerintah Kota dalam hal ini Walikota kalau memang akses ditutup,” ucap Bahrudin Noor salah satu anak almarhum Kodrat yang tinggal di seberang proyek pembangunan.

Baca Juga :  Kejati Kalsel Aksi Sosial

Upaya ini juga adi pembicaran Ketua RT 08, Syaiful Bahri, yang telah mengkoordinasikan pada warga hingga pihak sekolah, meski tak jauh dari lingkungan juga ada musala.

Namun dari keterangan, pihak sekolah agak keberatan dan sebelumnya pihak pelaksana ada menyarakan di samping bangunan puskesmas ada sedikit lorong lahan milik Pemko di samping rumah dinas yang dulunya dihuni Camat Banjarmasin Timur.

Dan dibuatkan akses dengan kiri-kanan tembok.

Tetapi, informasinya camat setempat juga menolak.

“Padahal bagus juga jika ada akses, karena bisa pula dipergunakan bagi perawat, dokter atau pasien puskesmas jika ingin salat dengan hanya beberapa langkah saja menuju musala,” ucap Deden, warga setempat.

“Kalau kita dari pihak proyek hanya menjalankan sesuai sketsa dan ukuran.

Dan untuk urusan bersedia atau tidaknya dibuatkan akses jalan, bukan urusan kami, karena sudah disarankan,” tambah Irwan Roasadi.

Sedangkan Dani sebut, nantinya akan koordinasikan lagi secara Interin, baik Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.

Diketahui, pembangunan puskesmas ini, proyek dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Terpampang pekerjaan kontrak bernomor :000.3.3/216-Yan SDK/Dinkes/2025.Rp 6.178.901.000 (Enam Miliar Seratus Tujuh Puluh Delapan Juta, Sembilan Ratus Satu Ribu Rupiah).

Pelaksanaan sejak 30 Juni 2025. 

Sesuai rencana pekerjaan proyek dari 30 Juni 2025 sampai dengan 26 Desember 2025, selaku Kontraktor Pelaksana, CV  Bangun Cipta Mandiri (BCM) dengan Konsultan Pengawas dari PT Sekta Gubah Sarana. (K-2)

Iklan
Iklan