BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Muhammad Rusmin Nuryadin, SE, MSi menyerahkan secara simbolis dana pendamping Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Penguatan Kelembagaan Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) ULM.
Penyerahan dana pendamping itu disaksikan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Akademik Nieke Rezeki Febrianti, SE, MM, Koordinator Pengembangan Mahasiswa dan Alumni Hj Evy Noor Aina Hasni SE, Ketua Pokja Talenta dan Prestasi Mahasiswa ULM Dr Muhammad Abdan Shadiqi, SPsi, Msi, PIC PPK Ormawa Muhammad Irwan Setiawan, SGz, MGz, PIC PKM ULM Utami Irawati dan tamu undangan lainnya di ruang LT Mini SAC 4 General Building ULM Banjarmasin, Jumat (18/7/2025).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Muhammad Rusmin Nuryadin yang ditemui usai acara menjelaskan PKM adalah dana kreatifitas mahasiswa.
“ULM ini kan masuk di klaster 1 nasional dan harus bersaing dengan perguruan tinggi -perguruan tinggi besar di Indonesia,” ujarnya.
Dijelaskan Rusmin, sebelumnya ULM masuk klaster 2 dimana waktu itu sudah menyabet lima penghargaan.
“Tahun ini kita naik peringkat ke klaster 1, sehingga persaingan sangat ketat. Alhamdulillah, kita berhasil mendapatkan pendanaan PKM sebanyak 13 kelompok,” ujarnya.
Sewaktu masih di klaster 2, ULM dapat pendanaan PKM sebanyak 63 kelompok. Namun, ini bukan penurunan, tapi hanya berpindah ke klaster yang persaingan sangat ketat dan juga ada efesiensi.
“Semua dana kementerian untuk kegiatan mahasiswa berkurang 30 persen. Ini juga berefek ke dana PKM. Semua perguruan tinggi juga turun termasuk ULM, mendapat 13 kelompok.
Selain itu, kata Rusmin, pihaknya jugab menyerahkan dana PPK Ormawa. PPK Ormawa Ini adalah kompetisi kegiatan mahasiswa untuk bisa ditransfer ke masyarakat.
“PPK Ormawa ini peningkatan kapasitas organisasi kemahasiswaan dan tahun ini kita memperoleh pendanaan untuk empat kelompok,” tandasnya.
Tahun kemarin PPK Ormawa dapat 10 kelompok. Namun, lanjut Rusmin, turunnya ini juga bukan turunnya kualitas, tapi lagi-lagi efesiensi yang dilakukan pemerintah.
“Semua perguruan tinggi mengalami penurunan dan tidak hanya ULM saja,” tegasnya.
Adanya tambahan dana pendamping diharapkan mahasiswa ULM ini bisa berprestasi di Pekan Ilmiah mahasiswa nasional (Pimnas) dan Abdi Daya.
“Golnya PKM adalah PIMnas. Anak-anak yang 13 kelompok ini nanti akan dilakukan penilaian. Hasil penilaian itu akan dipanggil untuk melaksanakan Pimnas. Dari 13 itu akan tersaring berapa lagi dan itu akan memperebutkan beberapa lagi ke tingkat nasional,” ujarnya.
Rusmin juga mengungkapkan
untuk Abdi daya akan dilaksanakan di Universitas Brawijaya dan PIMNAS dilaksanakan di Universitas Hasanuddin.
Ada pun penyerahan secara simbolis untuk dana Pendampingan Perguruan tinggi Program Penguatan Kelembagaan Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2025 ULM Rp 40 juta dan Dana Pendamping Perguruan Tinggi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2025 ULM Rp 26 juta. (ful/KPO-3)