BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Politisi senior Kalimantan Selatan, Tasriq Usman menyebut jabatan kepala daerah harus menjadi nilai plus bagi para pemilik suara untuk memilih siapa yang akan menduduki kursi Ketua DPD Golkar Kalel.
Menurut Tasriq, untuk Partai Golkar tersebut biasanya paradigma berfikirnya kalau Kepala Daerah itu menjadi poin plus atau nilai tambah bagi seorang calon.
Ia mencontohkan, seperti pendahulunya H Sahbirin Noor yang merupakan mantan Gubernur Kalimantan Selatan maka bisa menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kalsel.
Menurutnya posisi itu ada pada Hasnuryadi yang memegang jabatan Wagub Kalsel periode saat ini.
Oleh sebab itu, Tasriq berpesan kepada para pemilik suara mesti piawai melihat mana yang terbaik diantara kedua bakal calon. Tidak berarti ujarnya, ada yang baik dan ada yang tidak. Dibeberkannya kedua bakal calon baik, namun ia meyakini tetap ada yang terbaik.
“Saya yakin teman-teman di Kabupaten/Kota maupun pemilik suara lainnya, itu akan menggunakan hak suaranya kepada yang terbaik,” kata mantan anggota DPRD dua periode ini.
Lebih lanjut, ia menilai di tubuh partai Golkar Kalsel tersebut, saat ini mengalami dinamika yang sehat.
Namun ia berpendapat jika Hasnuryadi itu yang tidak menjadi ketua, maka Golkar akan kehilangan momentum.
“Karena sekarang beliau menjadi Wakil Gubernur, saya yakin sebagai politisi yang sudah puluhan tahun di Partai Golkar, baik Bambang dan Hasnur, ini kan teman dekat, dan mereka akan mencapai suatu kesepakatan, dan firasat saya tentu akan ke Hasnuryadi,” terang Tasriq.
Bukan tanpa alasan, Tasriq membaca situasi saat ini adanya penundaan Musda, hal itu ujarnya merupakan kebijakan DPP agar kedua pihak dapat menjalin konsolidasi terlebih dahulu.
“Memang sudah ada paradigma itu di partai Golkar, seperti halnya dulu waktu Ketua DPP Golkar pusat itu bukan pak Jusuf Kalla, dan beliau terpilih menjadi Wapres, maka digelar Munaslub selanjutnya beliau yang terpilih,” tutupnya.(Tim/KPO-1)