Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

ABK Tenggelam di Sungai Cempaga Kotim

×

ABK Tenggelam di Sungai Cempaga Kotim

Sebarkan artikel ini
IMG 20250830 161925
Pengarahan tim yang akan melanjutkan pencarian korban tenggelam di Sungai Cempaga, Sabtu (30/8/2025). (Antara -BPBD Kotim)

SAMPIT, Kalimantanpost.com – Tim gabungan mencari seorang anak buah kapal (ABK) Karya Maju yang dinyatakan hilang di Sungai Cempaga Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Hari ini merupakan hari kedua pencarian. Tim gabungan menyisir di sungai di sekitar tempat kejadian,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur Multazam di Sampit, Sabtu (30/8/2025).

Kalimantan Post

Peristiwa itu terjadi Kamis (28/8) sore sekitar pukul 17.45 WIB. Saat itu tongkang Tugboat Satria Raya dengan gandengan tongkang Karya Maju bertolak dari Kecamatan Parenggean menuju muara.

Saat itu kru kapal beraktivitas seperti biasa. Peristiwa nahas itu terjadi saat tongkang melintas di perairan Dusun Teluk Tewah Kecamatan Cempaga.

Ketika para ABK hendak membersihkan tandon air tawar, korban bernama Bagus Isgiyanto (22) yang berada di bagian atas tiba-tiba melompat dari dek atas ke bawah geladak sisi kiri tongkang.

Beberapa saat kemudian, korban yang diketahui berasal dari Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah itu terlihat seperti melompat ke air. Kejadian itu sempat disaksikan rekan-rekan korban, termasuk juragan kapal, Asis Karya Sejati.

Rekan-rekan korban berusaha menolong dengan melemparkan jaket penyelamat. Sang juragan juga berusaha membantu dengan melempar galon air dengan harapan bisa menjadi pegangan agar korban tidak tenggelam.

Sayangnya, upaya itu tidak membuahkan hasil. Belum sempat berhasil meraih alat keselamatan itu, korban tenggelam dan tidak terlihat lagi.

“Informasinya, sepertinya korban terpeleset. Upaya pertolongan sudah diupayakan rekan-rekan korban, tapi tidak berhasil,” ujar Multazam.

Saat ini tim gabungan dari berbagai instansi dan masyarakat, masih mencari korban dengan memperluas wilayah penyisiran. Koordinasi dilakukan di Pos Tim Gabungan yang ditetapkan di Kelurahan Kota Besi Hilir Kecamatan Kota Besi. (Ant/KPO-3)

Baca Juga :  Wakil Menteri Dilarang Mahkamah Konstitusi Rangkap Jabatan

Iklan
Iklan