Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Anggaran 2026 Belum Final, Isnaini Yakin PAD Banjarmasin Bisa Naik Lewat Terobosan SKPD

×

Anggaran 2026 Belum Final, Isnaini Yakin PAD Banjarmasin Bisa Naik Lewat Terobosan SKPD

Sebarkan artikel ini
IMG 20250813 WA0049 e1755085204420

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Isnaini, menegaskan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026 akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah kota menggali potensi pajak dan retribusi secara optimal.

Ia mengakui, hingga kini perhitungan sisa lebih anggaran (Silpa) 2026 belum bisa dipastikan, lantaran masih menunggu data lengkap dari berbagai sumber.

Kalimantan Post

Menurut Isnaini, PAD 2025 diharapkan dapat berlanjut atau bahkan meningkat pada 2026, meski kondisi ekonomi dan sumber pendanaan masih dinamis.

“Kita berharap PAD yang tahun 2025 itu akan mengalami kenaikkan di tahun 2026, salah satunya, pendapatan dari pajak dan retribusi harus ditingkatkan dengan berbagai macam pola inovasi,” ujarnya saat ditemui usai rapat paripurna, Rabu (13/8/2025).

Salah satu inovasi yang telah disiapkan pemerintah kota adalah penambahan typing box untuk mendukung sistem transaksi digital dan real time. Isnaini menilai langkah ini penting untuk menutup celah kebocoran pendapatan daerah.

“Bagaimana transaksi-transaksi itu bisa dilakukan secara digital, secara update real time, sehingga kebocoran pajak dan retribusi bisa diminimalisir secara baik.” jelasnya.

Meski angka APBD 2026 sementara ini disebut Rp 2,1 triliun, Isnaini menegaskan itu belum final karena belum memasukkan seluruh anggaran dari pusat dan provinsi. “Itu angka sementara. Banyak hal yang belum dimasukkan, seperti anggaran dari pusat dan provinsi. Kalau semua sudah masuk, tentu jumlahnya akan bertambah,” ungkapnya lagi.

Ia juga mengingatkan Kota Banjarmasin adalah kota yang tidak memiliki sumber daya alam, sehingga kekuatan ekonomi sangat bergantung pada sektor perdagangan, pariwisata, dan jasa. Isnaini mendorong pemerintah kota untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan fasilitas dan potensi daerah.

“Banjarmasin harus memaksimalkan sektor perdagangan, perekonomian, pariwisata, dan jasa untuk meningkatkan PAD,” tegasnya.

Baca Juga :  DPRD Purworejo Lakukan Studi Banding ke Kanwil Kemenkum Kalsel, Diskusi Harmonisasi Produk Hukum

Pemindahan ibu kota Kalimantan Selatan ke Banjarbaru juga menjadi tantangan tersendiri, karena berpotensi menurunkan dana transfer dari pusat. Isnaini berharap pemerintah kota dan SKPD dapat mengantisipasi hal ini dengan terobosan yang mampu mengurangi ketergantungan pada dana pusat.

Sebagai penutup, Isnaini menegaskan peningkatan PAD bukan sekadar target angka, tetapi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi kota dan kesejahteraan masyarakat. Ia optimistis dengan sinergi yang kuat dan strategi yang tepat, Kota Banjarmasin bisa mempertahankan tren positif pada 2026. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan