Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

BULAN SAFAR

×

BULAN SAFAR

Sebarkan artikel ini
Ahdiat Gazali Rahman
H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Sebagaimana kalender umum atau Masehi di setiap tahun terdapat 12 bulan, dimulai dari Januari hingga Desember. Dalam kalender Islam, terdapat 12 bulan, disebut juga kalender Hijriah, dimulai Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Syakban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah. Diantara 12 bulan, yang terkenal adalah Ramadan, karena pada bulan itu, semua umat Islam diwajibkan berpuasa, dan tidak ada pertentangan diantara mereka yang melaksanakannya. Demikian juga setiap Rabiul Awal, dimana umat Islam memperingati hari Maulid Nabi atau lahirnya Nabi Muhammad SAW. Karena pada bulan itu lahir dan meninggal Rasulullah Muhammad SAW di Makkah. Tak ada umat yang mempersoalkan dan bulan itu menjadi alat pemersatu umat Islam.

Kalimantan Post

Ketika Ramadan, umat Islam sangat peduli pada nasib warga yang kurang mampu, karena pada bulan itu diwajibkan mereka membayar fitrah, yang diperuntukan orang miskin, sehingga terjadi hubungan yang baik antara yang kaya dan yang kurang mampu atau miskin.

Demikian juga pada Rabiul Awal, semua umat Islam akan mengenang bulan tersebut yang merupakan bulan lahirnya dan sekaligus bulan meninggalnya Nabi Besar Muhammad SAW, yang sangat dicintai Allah SWT dan seluruh umat Islam, maka mereka bersatu dalam memperingati lahir dan meninggalnya. Bulan Rabiul awal adalah bulan yang sangat penting karena lahir dan meninggalnya Nabi Muhammad dengan melakukan peringatan lewat berbagai gaya dan kegiatan, tapi satu tujuan mengenang dan mensyukuri lahirnya pemimpin umat Islam.

Sangat berbeda dengan Safar, umat Islam seperti terbagi dua golongan, ada golongan yang menganggap bulan tersebut adalah bulan biasa, sama dengan bulan lain kecuali Ramadan dan Rabiul Awal, sebagaimana dijelaskan diatas, semua kegiatan boleh dilakukan, tak ada larangan dan anjuran untuk melakukan dan tidak melakukan sesuatu. Namun ada lagi golongan yang menggangap Safar adalah bulan sial, bulan penuh keangkaraan, karena pada bulan itu akan diturunkan bermacam bala bencana, sehingga melahirkan suatu kegiatan yang harus dilakukan umat dan meniadakan kegiatan tertentu di bulan itu, seperti jangan memulai usaha apapun, jangan melangsungkan hajat, jangan melakukan perjalanan jauh, jangan melakukan perkawinan dan lainnya. Suatu anjuran pendapat yang sumber tidak dapat dipertanggungjawabkan dan golongan yang menganggap semua bulan itu sama kecuali Ramadan dan Rabiul Awal. Hal ini karena sebagaimana dijelaskan dan itu jelas sekali dasarnya yang bersumber dari Alquran dan Alhadist, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, “Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir..”. (QS. Ali Imran : 32). Dan sumber-sumber yang sangat di setujui oleh semua ummat Muslim, sejalan pendapat umum masyarakat muslim yang menyata kan dasar Hukum Islam ada empat, yakni Al Quran, Al Hadist, Ijma dan Giyas.

Baca Juga :  JANGAN SOMBONG

Maka pendapat yang menganggap Safar adalah bulan sial adalah pendapat yang tanpa dasar, yang sumber dasar dari pendapat itu tak pernah ditemukan dalam Al Quran dan Alhadist.

Iklan
Iklan