Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Festival Layang-Layang Tala Pecahkan Rekor MURI, Pesertanya dari Perancis, Singapura, dan Malaysia

×

Festival Layang-Layang Tala Pecahkan Rekor MURI, Pesertanya dari Perancis, Singapura, dan Malaysia

Sebarkan artikel ini
IMG 20250831 WA0036 e1756630272484

PELAIHARI, Kalimantanpost.com – Festival Layang-Layang Tanah Laut (Tala) 2025 berhasil mencatatkan sejarah baru. Kegiatan yang digelar di Pantai Batakan Baru pada Minggu (31/8/2025).

Festival ini memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bahkan sekaligus meraih rekor dunia, untuk kategori penerbangan layang-layang dandang (flute kite) terbanyak di dunia.

Kalimantan Post

Bupati Tala H Rahmat Trianto pun menerima langsung piagam rekor MURI tersebut yang diserahkan oleh Direktur Marketing MURI Awan Rahargo.

H Rahmat menuturkan jumlah layangan dandang yang terbang terverifikasi oleh Tim MURI sebanyak 775 buah. Padahal, target awal hanya 500 layangan, sementara jumlah yang hadir mencapai 969 buah.

Festival ini diikuti peserta dari seluruh wilayah Kalimantan Selatan, sejumlah provinsi di Indonesia, hingga mancanegara yaitu dari Perancis, Singapura, dan Malaysia.

“Alhamdulillah, hari ini kita patut bersyukur karena Festival Layang-Layang Tala tahun 2025 berhasil memecahkan rekor MURI bahkan juga rekor dunia, dengan kategori penerbangan layang-layang dandang terbanyak di dunia. Ini sungguh luar biasa dan menjadi semangat bagi kita semua,” ucapnya

Bupati Tala pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh peserta yang sudah berpartisipasi, juga kepada MURI dan Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pelangi) Indonesia yang hadir di Kabupaten Tala.

Semoga kegiatan ini dapat mempublikasikan potensi wisata Pantai Batakan, bukan hanya di Kalimantan Selatan tetapi juga ke seluruh Indonesia bahkan dunia.

“Harapan saya, kegiatan ini bukan hanya berhenti pada kegiatan budaya semata, tetapi juga menjadi daya tarik wisata ke depannya. Sekali lagi terima kasih, penghargaan ini sungguh luar biasa karena bukan hanya rekor Indonesia, tetapi juga rekor dunia,”pungkasnya.

Ketua Pelangi Indonesia, Sari Madjid, menambahkan penjelasan mengenai nilai penting pencapaian tersebut.

Baca Juga :  Wagub Kalteng Ikuti Secara Virtual Gerakan Pangan Murah Serentak se-Indonesia

Kalau dari kami di Pelangi, perlu diketahui bahwa layangan dandang atau flute kite ini sebenarnya hanya ada di tiga negara: Indonesia, Vietnam, dan Tiongkok. Namun, baik Vietnam maupun Tiongkok belum pernah sekalipun membuat atau mencatat rekor serupa.

Oleh karena itu, menurutnya Indonesia khususnya Kabupaten Tala berhasil mencatatkan sejarah sebagai rekor dunia pertama untuk layang-layang dandang.

“Saya terus terang merasa bangga sekaligus terharu, bahkan sampai merinding, karena ini adalah kebanggaan luar biasa. Saya ucapkan terima kasih kepada MURI yang sudah memberikan penghargaan, juga kepada Bapak Bupati Tala yang berani mengambil langkah besar untuk menjadikan Tala sebagai tuan rumah pencatatan rekor ini. Luar biasa sekali, terima kasih.”tuturnya.

Sementara itu, Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo, menjelaskan dasar penilaian rekor tersebut.
“Perlu kami sampaikan bahwa MURI, atau Museum Rekor Dunia Indonesia, adalah lembaga pencatat rekor yang mengapresiasi karya dan karsa terbaik putra-putri bangsa. Banyak kegiatan superlatif yang sudah dicatatkan, dan hari ini kami hadir di Kabupaten Tala untuk memberikan apresiasi.

Menurutnya kegiatan ini masuk dalam kategori superlatif atau yang ‘ter’, yakni terbanyak. Dalam Festival Layang-Layang Nasional 2025 di Kabupaten Tala, ditampilkan layangan dandang atau flute kite, yakni layangan khas yang menghasilkan bunyi.

“Hari ini, Kabupaten Tala telah menjadi pelopor penyelenggaraan festival layangan dandang dengan jumlah terbanyak, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia, yaitu 775 layang-layang yang tercatat resmi,”ucapnya.

Ia menambahkan pencapaian ini bukan hanya bentuk pelestarian budaya, tetapi juga bagian dari pengembangan potensi wisata Kabupaten Tala.

Hal ini sejalan dengan semangat MURI, yaitu menggelorakan semangat kebanggaan nasional dan mengangkat budaya bangsa ke tingkat dunia.

Baca Juga :  Legislator Kapuas Dukung Penuh Program Satu Desa Satu Miliar

Dengan diraihnya rekor dunia ini, Kabupaten Tala resmi menjadi pelopor dalam melestarikan budaya layang-layang dandang sekaligus menjadikannya daya tarik wisata internasional di Pantai Batakan Baru. (rzk/KPO-3)

Iklan
Iklan