Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Olahraga

Festival Olahraga Tradisional Meriahkan Harjad Kalsel ke 75 dan HUT RI ke 80 tahun 2025

×

Festival Olahraga Tradisional Meriahkan Harjad Kalsel ke 75 dan HUT RI ke 80 tahun 2025

Sebarkan artikel ini
08 2klm rijal hamid jpg
RIJAL HAMID BNEB : membuka Festival Olahraga Tradisional di Banjarbaru. (Kp/nafarin fauzy)

Festival olahraga tradisional Balogo, Bagasing dan Kuntau, memeriahkan Harjad Kalsel ke 75 dan HUT RI ke 80, di arena Kalsel Exfo 2025 di Banjarbaru.

Banjarmasin, KP – Perhelatan festival olahraga tradisional turut memeriahkan Hari Jadi (Harjad) ke-75 Kalsel dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI 2025. Dinas Kepemudaan Olahraga (Dispora) Kalsel menggelar Balogo, Bagasing, dan Silat Budaya (kuntau) yang diikuti seluruh kabupaten dan kota, Rabu (13/8) hingga Kamis (14/8) di Area Kalsel Expo, Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru.

Kalimantan Post

Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dispora Kalsel, M. Fitri Hernadi, yang diwakili oleh Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi, Tradisional, dan Layanan Khusus, Rijal Hamid, BNEB.

“Hari ini kita dapat melaksanakan tiga cabang olahraga tradisional yaitu Balogo, Bagasing, serta silat budaya (kuntau) sebagai bentuk dukungan terhadap perayaan Harjad Kalsel dan HUT RI,” sebut Rijal Hamid.

Jumlah peserta tercatat sekitar 600 peserta. Hampir 400 pegiat yang mengikuti cabang balogo, sedangkan bagasing dan silat budaya diikuti oleh masing-masing sekitar 100 peserta.

Rangkaian pertandingan telah dimulai sejak pagi dengan babak penyisihan pada 13 Agustus, dan akan berlanjut ke babak final pada 14 Agustus. Ajang ini juga menjadi sarana promosi olahraga dan budaya asli Kalsel yang akan terus digilir setiap tahunnya.

“Kami memilih cabang-cabang ini karena merupakan olahraga dan budaya khas Kalsel. Tahun depan akan kita tampilkan olahraga tradisional lainnya secara bergantian guna meramaikan Kalsel Expo,” kata Rijal.

Festival ini, menurutnya, bukan hanya menjadi ajang kompetisi. “Tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya lokal yang mengakar kuat di masyarakat Kalimantan Selatan,” ucapnya. (nfr/k-9)

Baca Juga :  Demi Melangkah Jauh di AFC, Alasan Persib Bandung Rekrut Thom Haye
Iklan
Iklan