BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Di tengah dinamika ekonomi yang kerap berubah, harga emas perhiasan dan Antam di pasaran Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan kestabilan dalam sebulan.
“Kestabilan harga emas membuat minat masyarakat tetap terjaga, baik dalam hal jual maupun beli,” kata Yusran Fauzi, pemilik Toko Mas Mawar, salah satu toko emas di Pasar Sentra Antasari Kota Banjarmasin, Selasa (19/8/2025).
Saat ini, lanjut dia, harga emas kadar 99 persen bertahan di kisaran Rp1.750.000 per gram. Untuk kadar 700, harganya berada di angka Rp1.350.000 per gram, sementara emas kadar 420 dihargai Rp750.000 per gram.
“Selama sebulan terakhir harga emas stabil, tidak ada perubahan signifikan, untuk emas kadar sembilan sembilan (99) harganya di Rp1.750.000, sedangkan kadar tujuh ratus (700) sekitar Rp1.350.000, harga jual biasanya naik sesuai kondisi fisik barang, bisa sampai Rp2.100.000, kalau masih mulus.” ujar Yusran.
Kestabilan ini berimbas pada pola permintaan yang juga tetap stabil. Aktivitas jual beli di Toko Mas Mawar tidak menunjukkan lonjakan besar, meski ada peningkatan kunjungan saat musim tertentu, seperti tahun ajaran baru ketika kebutuhan keluarga lebih tinggi. Namun secara keseluruhan, Yusran menyebut bahwa aktivitas jual beli tetap berjalan normal sepanjang Juli.
“Rame tidaknya jual beli emas biasanya dipengaruhi musim, misalnya saat anak masuk sekolah, tapi secara umum aktivitas stabil saja, ada yang datang jual, ada juga yang beli atau tukar. Pelanggan kami sudah banyak dan setia, bahkan ada yang lebih dari dua puluh tahun bertransaksi di sini,” ungkapnya lagi.
Selain emas kuning, Toko Mas Mawar juga melayani penjualan emas putih dengan harga yang relatif stabil. Untuk emas kadar tua atau 18 K (750), harganya berkisar Rp1.380.000. Permintaan untuk emas putih maupun emas kuning disebut merata setiap hari.
Selain emas perhiasan, di Toko Emas Mawar juga menjual emas batangan atau Antam. Meski harga emas Antam menjadi salah satu patokan, selisih harga jual-beli emas Antam dengan perhiasan seringkali berbeda cukup jauh. Hal ini membuat sebagian pelanggan lebih memilih emas perhiasan kadar tinggi dibandingkan emas batangan.
“Tidak harus membeli emas Antam, perhiasan kadar sembilan sembilan juga bisa dijadikan investasi. Selisih antara harga jual dan beli emas Antam lumayan tinggi, bisa sampai delapan persen, sedangkan emas perhiasan selisihnya lebih kecil, sekitar tiga persen saja. Itu yang membuat banyak orang lebih memilih perhiasan kadar tinggi.” jelas Yusran.
Lalu, ia menekankan harga emas yang berlaku tetap mengikuti harga pasar pada hari transaksi, bukan harga ketika emas tersebut dibeli dulu. Artinya, meskipun emas disimpan bertahun-tahun, harga jual tetap menyesuaikan kondisi pasar saat dilepas. (nug/KPO-3)















