Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Jaga Ekosistem, 10 Ribu Bibit Ikan Dilepasliarkan di Sungai Sarapat

×

Jaga Ekosistem, 10 Ribu Bibit Ikan Dilepasliarkan di Sungai Sarapat

Sebarkan artikel ini
IMG 20250807 WA0038 1
RESTOCKING - Gubernur Kaltemg Agustiar Sabran melakukan restocking ikan air tawar, dengan melepasliarkan 10 ribu bibit ikan di Sungai Serapat, Barito Timur. (Kalimantanpost.com/repro humas Pemprov Kalteng).

TAMIANG LAYANG, Kalimantanpost.com – Komitmen Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali diwujudkan lewat aksi nyata dengan melepasliarkan 10 benih ikan.

Kali ini ikan yang ditebar ke Sungai Serapat, Desa Serapat, Kabupaten Barito Timur, Selasa, (5/8/2025) sebagai rangkaian kegiatan restocking yang digagas Pemprov Kalteng.

Kalimantan Post

Sebanyak 10.000 ekor benih ikan, terdiri atas 3.500 ekor betok, 1.500 ekor lele, dan 5.000 ekor nila, ditebar sebagai bagian dari upaya memulihkan populasi ikan air tawar di wilayah tersebut.

Restocking ini menjadi strategi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat lokal.

Penebaran benih dilakukan secara simbolis oleh sejumlah pejabat daerah, diantaranya Bupati Barito Timur M Yamin, Plt Sekdaprov Kalteng, Leonard S. Ampung dan Staf Ahli Bidang Ekonomi Yuas Elko.

Selain itu, juga Asisten Ekbang Herson B. Aden, Sekretaris DPRD Provinsi Pajarudinoor, hingga Kepala Dislutkan Barito Timur.

Kegiatan tersebut juga disaksikan langsung oleh warga dan jajaran pimpinan daerah.

Gubernur Agustiar Sabran sangat mendukung program ini, karena merupakan bagian dari implementasi visi dan misi pembangunan Kalteng melalui program Huma Betang.

Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan restocking benih ikan lokal, dan kembali menegaskan Pemprov Kalteng dan Pemkab Barito Timur terus berkomitmen memberikan dukungan dilaksanakannya kegiatan restocking untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat Kalteng.

“Seluruh elemen masyarakat juga melakukan pengawasan sumber daya perikanan bersama-sama untuk kesejahteraan masyarakat Kalteng,” tutup Agustiar.

Dengan program ini, Pemprov berharap pemanfaatan sumber daya alam berbasis kearifan lokal bisa mendukung terwujudnya Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat, menyongsong Indonesia Emas 2045.

Sebelumnya, Sekdaprov Kalteng Leonard S. Ampung mengatakan, restocking tidak hanya menyentuh aspek lingkungan, tapi juga berdampak langsung pada penguatan ekonomi nelayan di Barito Timur.

Baca Juga :  DPRD Katingan Dorong Pemkab Katingan Maksimalkan Potensi Berbasis Digital

Dikatakan, melalui restocking atau pelepasliaran benih ikan lele dan ikan nila di Sungai Serapat, diharapkan akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha perikanan tangkap atau nelayan yang bergantung pada sektor perikanan.

“Sehingga akan memberikan peningkatan kesejahteraan bagi nelayan beserta keluarganya dan ketahanan pangan di Kalteng,” ujar Leonard.

Kegiatan ini dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalteng, yang menyediakan seluruh benih ikan.

Kepala Dislutkan, Sri Widanarni, menyebutkan kegiatan restocking merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat pesisir dan perairan umum.

“Kegiatan restocking ini dapat terlaksana karena komitmen Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dalam menjaga keberlanjutan populasi ikan, dan juga menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan ekonomi masyarakat, dan pelestarian kearifan lokal di Kalteng,” ungkap Sri. (drt/KPO-4).

Iklan
Iklan