Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Kendalikan Inflasi, Banjarmasin Jajaki Kerjasama dengan Kabupaten Enrekang

×

Kendalikan Inflasi, Banjarmasin Jajaki Kerjasama dengan Kabupaten Enrekang

Sebarkan artikel ini
6 Foto HL Kendalikan Inflasi
FOTO BERSAMA - Foto bersama usai Rapat Koordinasi Daerah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Kalimantan Selatan. (KP/Medcent)

Angka itu dipengaruhi oleh beberapa komoditas pangan yang harganya cenderung meningkat, terutama bawang merah dan beras, yang selama ini menjadi pendorong utama inflasi di daerah.

BANJARMASIN, KP – Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengikuti Rapat Koordinasi Daerah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se- Kalimantan Selatan, yang berlangsung di Ruang Aula Antasari Lt.6 kantor Bank Indonesia. Jumat (29/08) sore.

Kalimantan Post

Disampaikan Ikhsan Budiman, laju inflasi di Kota Banjarmasin pada Juli 2025 tercatat sebesar 0,30% (m-to-m), dengan inflasi tahunan mencapai 2,50% (y-on-y).

Angka itu dipengaruhi oleh beberapa komoditas pangan yang harganya cenderung meningkat, terutama bawang merah dan beras, yang selama ini menjadi pendorong utama inflasi di daerah.

Dirinya menegaskan bahwa TPID kota Banjarmasin berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan pokok. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang dikenal sebagai sentra produksi bawang merah sekaligus penghasil beras.

“Bawang merupakan salah satu komoditi penyumbang inflasi di Banjarmasin. Untuk tahun ini, kami akan membangun kerja sama dengan Enrekang. Sudah ada komunikasi antara dinas SKPD terkait di Banjarmasin dengan teman-teman di Enrekang. Titik kerja samanya melalui komoditi bawang merah dan juga beras,” ungkap Ikhsan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dua bahan pokok tersebut kerap mengalami fluktuasi harga sehingg memicu inflasi di Banjarmasin. Dengan adanya kerja sama antar daerah, diharapkan pasokan bawang merah dan beras akan lebih terjamin sehingga dapat menyeimbangkan harga di pasaran.

“Karena di dua bahan pokok itu sering terjadi lonjakan harga, terutama bawang merah. Nanti diharapkan kerja sama ini bisa membantu dalam hal penyeimbang harga, sekaligus memperkuat ketersediaan terhadap komoditi yang sering melonjak dan mendorong inflasi di Kota Banjarmasin,” pungkasnya.

Baca Juga :  Sinergi Ditlantas dan Samsat Dorong Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak Kendaraan di Kalsel

Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah kota yang terus memperkuat sinergi antara daerah produsen dan konsumen dalam rangka menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah. (Sfr/K-3)

Iklan
Iklan