BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Di era tahun 1970-an hingga 1980-an, Kalimantan Selatan (Kalsel) sempat di sebut sebagai salah satu Lumbung Catur Indonesia.
Pasalnya, di era itu Bumi Lambung Mangkurat melahirkan pecatur handal tingkat nasional seperti Master Internasional (MI) Arovah Bachtiar (alm), GM Ardiansyah (alm), MN HM Salman dan meraih Selain itu, pecatur-pecatur Kalsel mampu menyabet medali emas PON.
Arofa Bachtiar meraih gelar master internasional (MI) pada 1978. Bahkan Arovah sebagai bagian dari tim catur Indonesia mengikuti lima kali olimpiade yakni di olimpiade ke-14 di Leipzig Jerman tahun 1960, Olimpiade ke-17 di Havana tagun 1966, Olimpiade ke-19 di Siegen tahun 1970, Olimpiade ke-20 di Siegen 1972 dan Olimpiade ke-23 di Buenos Aires tahun 1978.
Tak hanya Arovah, adalagi pecatur Banua yang cukup disegani dan merupakan salah satu pemain asah otak terbaik di Indonesia yakni Grand Master (GM) Ardiansyah. Prestasi hebat lelaki kelahiran Banjarmasin, 5 Desember 1951 pernah beberapa kali meraih Kejuaraan Nasional Catur pada tahun 1969, 1970, 1974, 1976 dan tahun 1988.
Ardiansyah sendiri meraih gelar Master Nasional tahun 1969, gelar Master Internasional (IM) didapat tahun yang sama 1969. Namun, untuk memperoleh gelar internasional tertinggi untuk pecatur Grandmaster (GM), membutuhkan waktu 17 tahun, tepatnya 1986 melalui salah satu Olimpiade Catur yang diikutinya di Dubai, Uni Emirat Arab.
Sama dengan Arovah, pecatur asli Banua ini memperkuat tim Olimpiade Catur Indonesia sudah sebelas kali, yang pertama tahun 1970, kemudian berturut-turut dari tahun 1972 sampai dengan tahun 1990 (kecuali tahun 1976), dan terakhir tahun 1996.
Setelah itu, tidak ada lagi pecatur asal Banua yang mampu meraih gelar master, walau pun atlet berbakat tetap bermunculan seperti MN Heriansyah, MN Buntoro, MP Zainuddin YA, MN Johanis.
Disusul pecatur berbakat MN Yusdi Mursalin, MN Mirhansyah, MN Raihan dan lain-lain.
Jarangnya mengikuti event nasional dan internasional serta minimnya kejuaraan di daerah salah satu penyebab membuat prestasi pecatur-pecatur Banua jalan ditempat, bahkan tak lolos ke PON XXI 2024 lalu.
Di tengah merosotnya prestasi pecatur Kalsel, muncul atlet asah otak asal Banua, diam-diam muncul nama Master Fide (MF) Miftahul Hudany yang berhasil menerobos di tingkat nasional.
Lelaki kelahiran Banjarmasin, 25 Februari ini meraih gelar Master Fide (MF) di Fide International Open Chess Tournament Kajati Jatim Cup II 2016 di Surabaya.
“Di event ini cukup banyak pecatur bergelar GM, MI dan MF yang ikut. Alhamdulillah saya bisa mengalahkan beberapa pecatur bergelar MI dan MF di event itu,” ujarnya.
Diantara pecatur tangguh yang dikalahkannya MI Chesia Monica, MI Taufik Halay, MI Tirto, FM Deny Sonjaya dan FM Yoga Pradafa.
“Di event itu saya meraih poin 9 dan peforma rating 2390, sehingga bisa meraih gelar Master Fide (MF). Ini sangat membanggakan karena saat ini saya satu-satunya asal Kalsel mendapat gelar MF ,” kenangnya.
Menurut Miftah, dirinya bertekad bisa mengikuti jejak seniornya GM Ardiansyah dan MI Arofah Bachtiar bisa mengharumkan nama kalsel di nasional ataupun internasional dan bisa di dukung penuh untuk gelar MI dengan mengikuti turnamen catur luar negeri.
“Semoga ada yang mensponsori saya mengikuti kejuaraan internasional, sehingga bisa meraih gelar MI,” harapnya.
Ditambahkan Miftah, dirinya menekuni catur ini sejak masih sekolah kelas VI SD. “Saya tertarik bermain catur awal pertama kali lihat adik sepupu main di MGR Banjarbaru. Lama-lama, saya pun senang,” ucapnya.
Beberapa prestasi tingkat nasional pun ditorehnya dengan meraih medali emasi
O2SN Cabor Catur 2012 di Surabaya, meraih meraih medali perunggu di Prapon Catur 2015 di Bandung.
Selain itu meraih medali perak di Kejurnas Catur 2016 di Depok. Juara pertama Kejuraan Nasional MPRI 2022 Jakarta dan juara pertama beregu catur nasional di Jakarta tahun 2023.
“Saya ingin membawa Catur Kalsel kembali lolos ke PON dan menyumbangkan medali buat Kalsel,” harap Miftah.
Ketua Umum Pengcab Percasi Kota Banjarbaru, Anang Parjono Rijali mengatakan sangat bangga salah satu pecatur binaan sudah ada meraih gelar MF seperti Miftah.
“Saya berharap nantinya muncul pecatur asal Banjarbaru daerah lainya meraih gelar MF bahkan MI dan GM,” paparnya.
Banyaknya pecatur Banua meraih gelar catur internasional akan berpengaruh terhadap prestasi catur Kalsel nanti kedepannya. (ful/KPO-3)
Biodata
Nama : MF Miftahul Hudany
Lahir : Banjarbaru , 25 Febuari 1997
Gelar Catur : Master Fide (MF)
Prestasi Internasional
- Fide International Open Chess Tournament Kajati Jatim Cup II 2016 di Surabaya dengan mendapat gelar Master Fide (MF)
Prestasi Nasional
- Juara pertama Kejuaraan Nasional Catur MPRI 2022 di Jakarta
- Juara pertama (emas) O2SN Cabor Catur 2012 di Surabaya
- Meraih medali perunggu di Prapon Catur 2015 di Bandung
- Meraih medali perak du Kejurnas Catur 2016 di Depok
- Peringkat keempat Turnamen Catur Open Kaltim nasional 2024
- Juara pertama beregu Catur Nasional di Jakarta tahun 2023
- Peringkat keempat Kejuaraan Catur Wawar 11 Nasional di Banten
Lokal
- Meraih dua medali emas dan 2 perak di Porprov Kalsel 2013
- Meraih tiga medali emas di
Porprov Kalsel 2018 - Meraih dua medali emas dan satu perak di Poprprov Kalsel 2022
- Juara pertama Rektor Cup 2020
- Juara pertama Rektor Cup 2021
- Juara pertama Rektor Cup 2022
- Juara pertama Kejurprov Catur 2025
- Juara pertama Kejurprov Catur 2024
- Juara kedua Kejurprov Catur 2023















