Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Sosialisasi Moderasi Beragama, Upaya Menjauhkan Pemuda dari Islam yang Hakiki

×

Sosialisasi Moderasi Beragama, Upaya Menjauhkan Pemuda dari Islam yang Hakiki

Sebarkan artikel ini

oleh : Nurul Marifah
Pemerhati Generasi

Moderasi beragama terus digaungkan kepada para pemuda muslim hingga sekarang, dan baru-baru ini ada sosialisasi moderasi beragama di Banjarmasin, tepatnya di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banjarmasin untuk menggelar sosialisasi penguatan Moderasi Beragama di gedung pascasarjana ULM. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa ULM banjarmasin sebagai bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda dalam menjaga kerukunan umat beragama serta merawat kebhinekaan bangsa.

Kalimantan Post

Dalam sambutannya, H Zarkani selaku kepala BDK Banjarmasin sekaligus ketua pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai konsep moderasi beragama, menumbuhkan sikap toleransi dan menghargai perbedaan, mencegah radikalisme serta memperkuat komitmen kebangsaan dikalangan mahasiswa. (ulm.ac.id/26/06/2025)

Pertanyaannya, benarkah program moderasi beragama ini terbukti dapat menumbuhkan sikap toleransi dan mencegah radikalisme atau justru membuat para pemuda semakin jauh dari pemahaman Islam yang hakiki?

Sesungguhnya, sangat nyata bahwa moderasi beragama pada dasarnya merupakan bagian dari rangkaian proses sekulerisasi pemikiran Islam ke tengah umat dengan warna baru. Ide ini menilai semua agama sama dan benar; juga menyerukan untuk membangun Islam yang insklusif (bersifat terbuka), toleransi terhadap ajaran agama lain, serta menyusupkan paham “semua agama adalah benar”.

Padahal sudah begitu jelas, Allah SWT telah menegaskan dalam firman-Nya, “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Al-Imran: 19), dalam ayat yang lain juga Allah berfirman, “Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan ia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Imran: 85).

Berdasarkan kedua ayat tersebut, sudah jelas bahwa Allah menegaskan agama yang benar dan mulia disisi Allah hanyalah Islam. Terlebih lagi adanya celaan yang bersifat pasti bahwa tidak akan diterima agama selain Islam dan mereka tidak akan selamat di akhirat kelak. Dari sini, kita dapati bahwa penganut moderasi beragama telah memberlakukan pluralisme (paham keberagamaan) dan toleransi yang melampaui batas yang telah Islam gariskan.

Baca Juga :  Kapitalisme dan Kemiskinan, Islam Menawarkan Jalan Kesejahteraan

Juga jelas sekali betapa bahayanya moderasi beragama ini. Sama artinya dengan menjadikan nilai-nilai Islam yang datang dari Al-Khalik Al-Mudabbir disepadankan dengan aturan buatan manusia. Selanjutnya, pelan tetapi pasti, gagasan moderasi tidak hanya mengebiri Islam yang sejatinya merupakan ideology menjadi sekadar kumpulan pemikiran, tetapi juga membatasi Islam semata agama ruhiyah yang sisi politisnya dihilangkan sebagai solusi seluruh aspek kehidupan.

Oleh sebab itu, proyek moderasi beragama harus diwaspadai sebagai upaya pembajakan potensi pemuda muslim dalam menjalankan program para musuh Islam, sekaligus melemahkan Islam pada waktu yang sama. 

Pemuda muslim dijauhkan dari pemahaman Islam yang lurus, bahkan bisa kehilangan jati dirinya sebagai anak-anak umat yang harusnya menjaga dan memperjuangkan Islam sebagai agamanya. Identitas pemuda sebagai agent of change ‘aktor perubahan’, berganti peran menjadi “duta nilai-nilai sekuler” yang ada dalam moderasi beragama; mengusung toleransi, pluralisme, dan nilai-nilai kebangsaan-kebudayaan. Padahal, itu semua bertentangan dengan ajaran Islam.

Kondisi seperti itu tidak boleh dibiarkan. Harus ada upaya sungguh-sungguh untuk menyelamatkan generasi muda muslim dari gempuran pemikiran dan berbagai proyek atau program yang mengusung moderasi beragama.

Tampak bahwa serangan terhadap pemuda muslim sangat luar biasa, demikian rapi dan terstruktur melalui pemikiran dan ide-ide yang lahir dari sistem sekuler kapitalisme yang rusak dan merusak. Mereka berupaya menjauhkan pemuda muslim dari pemahaman Islam yang benar sekaligus memandulkan potensi mereka. Tentu saja serangan ini harus dilawan, pemuda muslim harus dijauhkan dari ide yang rusak dan merusak ini. Para pemuda muslim harus sadar bahwa mereka adalah target kunci upaya-upaya berbagai pihak untuk mengadang kebangkitan Islam.

Dengan begitu, kita sebagai pemuda atau mahasiswa jangan sampai menelan mentah-mentah pemikiran yang disampaikan dalam sosialisasi moderasi beragama tersebut. Tentunya kita harus kritis terhadap setiap pemikiran-pemikiran yang menjauhkan kita dari Islam yang hakiki.

Baca Juga :  Kapitalisme Membunuh Masa Depan : Generasi Muda Tumbuh dalam Kekacauan

Untuk mewujudkannya, pemuda muslim harus memiliki pemahaman dan keyakinan kuat bahwa mereka adalah penolong agama Allah; senantiasa membekali diri dengan pemahaman Islam dan menjadikan Rasulullah Saw. sebagai teladan dalam berjuang sehingga gerak langkah perjuangannya selalu dalam koridor syariat.

Ia juga harus meyakini bahwa di pundak dan tangannyalah tergenggam harapan umat untuk menyelamatkan kehidupan ini, harapan yang hanya akan terwujud dengan tegaknya Khilafah Islamiyah. Wallahualam bissawab.

Iklan
Iklan