Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Tanamkan Kepedulian Lingkungan Kepada Generasi Muda, SBI Gelar Sekolah Konservasi Alam

×

Tanamkan Kepedulian Lingkungan Kepada Generasi Muda, SBI Gelar Sekolah Konservasi Alam

Sebarkan artikel ini
IMG 20250831 WA0035 e1756629921117

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com –
Sebanyak 25 mahasiswa dari perwakilan beberapa perguruan tinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti Program Sekolah Konservasi Alam yang diadakan oleh Global Nature Conservation School dari Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI).

Kegiatan sekolah konservasi dilaksanakan Jumat (29/8/2025) dipusatkan di Pendopo Meratus UNESCO Global Geopark dikawasan Stasiun Riset Bekantan – Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang dikelola oleh SBI foundation bekerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat ( ULM ), dan Pemerintah Daerah Kalsel.

Kalimantan Post

“Sekolah Konservasi Alam kali ini diikuti sekitar 25 mahasiswa dari perwakilan beberapa perguruan tinggi dan pecinta alam di Kalsel. Dengan narasumber Dr. Amalia Rezeki seorang Biologist Conservation dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Ramadhan Jayusman SSi dari Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark,” jelas Dewita, kordinator Sekolah Konservasi, Minggu (31/8).

Menurut Dewita, Sekolah Konservasi, adalah wahana edukasi, yang didalamnya terdapat sebuah proses pembelajaran untuk membangun spirit kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Sekolah Konservasi ini diberi nama “ Global Nature Conservation School “, yang didirikan oleh Dr Amalia Rezeki, yang merupakan akademisi ULM dan juga praktisi konservasi alam, khususnya pelestari bekantan primata maskot Kalsel.

Sementara itu DrnAmalia Rezeki mengatakan sebagaimana semangat sekolah konservasi, yakni program edukasi nonformal berbasis lingkungan dimanq setiap peserta dilibatkan langsung dalam aksi konservasi seperti, monitoring keragaman hayati, khas ekosistem lahan basah, khususnya bekantan monyet besar dari dunia lama dan ikon provinsi Kalsel, penanaman pohon mangrove rambai dan pelepas liaran burung.

“Diharapkan peserta yang telah mengikuti kegiatan sekolah konservasi bisa lebih mengenal dan mencintai alam, serta turut aktif membangun mata rantai kepedulian terhadap pelestarian alam,” jelas Amel sebutan akrab doktor konservasi bekantan ini.

Baca Juga :  Baru Dilantik 19 Agustus, Komisioner KPID Kalsel Tuntut Uang Kehormatan Agustus

Sekolah Konservasi ini terlaksana berkat terbangunnya kerjasama dengan PT Toyota Astra Motor (TAM) dan mitra Yayasan Benih Baik dari Jakarta.

Khristiana Anggit Mustikaningrum, Co Founder Yayasan Benih Baik Indonesia, mengatakan pentingnya sekolah konservasi dalam mengajak generasi muda.

“Program ini menumbuhkan kesadaran akan pelestarian lingkungan sejak dini. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan lingkungan Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan