Oleh : H. AHDIAT GAZALI RAHMAN
Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI), ujian itu memiliki beberapa arti, yaitu: (1). Percobaan untuk mengetahui mutu sesuatu (ketulenan, kecakapan, ketahanan, dan sebagainya). Ini bisa berarti menguji kualitas suatu benda atau kemampuan seseorang melalui tes atau pemeriksaan; (2) Sesuatu yang dipakai untuk menguji mutu sesuatu (kepandaian, kemampuan, hasil belajar; (3)Cobaan. Dalam konteks ini, ujian bisa berarti peristiwa sulit atau tantangan yang dihadapi seseorang. Jadi, secara umum, ujian dalam KBBI merujuk pada proses atau alat untuk mengukur, menilai, atau menguji sesuatu, baik itu kualitas, kemampuan, atau bahkan ketahanan dalam menghadapi cobaan. Sedangkan menurut Islam, ujian itulah adalah segala bentuk cobaan atau peristiwa yang diberikan Allah SWT kepada manusia, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, untuk menguji keimanan, kesabaran, dan ketakwaan seseorang. Ujian ini bertujuan untuk meningkatkan derajat keimanan seseorang, menghapuskan dosa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tujuan Allah memberikan ujian kepada manusia adalah untuk menguji keimanan, kesabaran, dan ketakwaan mereka, serta untuk mengangkat derajat dan menghapus dosa-dosa mereka. Ujian juga menjadi sarana untuk membersihkan diri dari kesalahan dan kelemahan, serta untuk meningkatkan kesadaran akan hubungan dengan Allah. Selain itu, ujian juga menjadi cara Allah untuk menunjukkan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya, karena dengan ujian, manusia dapat semakin mendekatkan diri kepada-Nya dan meraih pahala yang lebih besar. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT, “Dan Kami akan menguji kamu dengan sesuatu ketakutan, kelaparan, kekuranga harta, jiwa, dan buah bauahan. Dan berikanlah berita gembira kapada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS. Al Baqarah : 155-157). “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji?”. (QS. Al Ankabut : 2)
Secara rinci ada beberapa tujuan khusus, Allah memberikan ujian:
1. Menguji keimanan. Cara Allah mengukur sejauh mana keimanan seseorang, seberapa kuat keyakinan mereka pada Allah, dan seberapa sabar mereka dalam menghadapi cobaan;
2. Meningkatkan kesabaran dan ketakwaan. Cara Allah mengharuskan manusia untuk bersabar dan bertawakal kepada Allah, serta meningkatkan ketakwaan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan;
3. Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan. Cara Allah menjadikan sarana untuk membersihkan diri dari dosa-dosa dan kesalahan yang mungkin telah dilakukan, dengan cara bertaubat dan memperbaiki diri; 4. Mengangkat derajat. Cara Allah akan mengangkat derajat mereka di dunia dan di akhirat, serta memberikan pahala yang besar; 5. Menunjukkan kasih saying. Cara Allah memberikan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, karena dengan ujian, manusia dapat semakin mendekatkan diri kepada-Nya dan meraih ridha-Nya; 6. Memurnikan diri. Cara Allah menghilangkan kelemahan dan kekurangan dalam diri seseorang, serta membantu mereka menjadi pribadi yang lebih kuat dan Tangguh; 7. Mengetahui kualitas amal. Cara Amal melihat siapa di antara manusia yang terbaik amalnya, dan ujian adalah salah satu cara untuk mengetahui hal tersebut.