RANTAU, Kalimantan post.com– Bupati Tapin H Yamani melantik Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Tapin periode 2025-2030, di Pendopo Galuh Bastari, Rabu (17/9/2025).
Selanjutnya Bunda PAUD Tapin Hj Faridah Yamani mengukuhkan Bunda PAUD Kecamatan sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Tapin.
Bupati Tapin, H Yamani mengatakan, Bunda PAUD bukan sekedar simbol, melainkan motor penggerak yang membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan sejak dini.
“Bunda PAUD adalah teladan, komunikator, sekaligus fasilitator yang harus mampu menggerakkan seluruh potensi di kecamatan masing-masing, mulai dari kepala desa, guru PAUD, hingga orang tua,” ujar Bupati.
Yamani juga menekankan agar Pokja Bunda PAUD segera menyusun program kerja yang realistis, terukur, dan berdampak nyata terhadap peningkatan mutu layanan PAUD di Tapin.
“Pelantikan ini jangan berhenti di seremoni, tetapi menjadi titik tolak kerja yang lebih aktif, inovatif, dan dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Bupati Tapin mengucapkan selamat kepada para pengurus Pokja Bunda PAUD Kabupaten Tapin periode 2025–2030 yang baru dilantik dan Bunda PAUD Kecamatan yang baru dikukuhkan.
Diharapkan, para pengemban amanah mampu menjaga semangat kebersamaan, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam menjalankan program pada pendidikan anak usia dini di Kabupaten Tapin.
Senada disampaikan Bunda PAUD Tapin, Hj Faridah Yamani, mengucapkan selamat atas di lantikan sebagai pengurus Pokja Bunda PAUD Kabupaten Tapin periode 2025-2030 dan bunda PAUD Kecamatan.
“Semoga para Pokja Bunda PAUD dapat menjalankan amanah dengan sebaik baiknya dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
“Bunda PAUD Kecamatan untuk terus melakukan pembinaan-pembinaan pada anak usia dini di kecamatan masing masing, “ucapnya
Menurut Hj Faridah, pendidikan anak usia dini bukan sekadar mempersiapkan anak agar cepat bisa membaca, menulis, dan berhitung. Yang lebih utama adalah membangun fondasi kemampuan dasar, mulai dari kesiapan motorik, kematangan emosional, hingga kemandirian.
“Anak-anak membutuhkan ruang untuk bermain sambil belajar, bukan tekanan akademik dini. Biarkan mereka bahagia, karena kebahagiaan adalah kunci perkembangan optimal,” ujarnya.
Pada kesempatan ini kepada semua yang hadir meminta dan menghimbau bagi yang memiliki anak agar tidak lagi memaksakan anak-anak menguasai calistung sejak dini. Sebaliknya, mereka diminta mendukung proses belajar yang lebih alami, sesuai tahapan perkembangan.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata membangun generasi emas Tapin yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.(abd/KPO-4).















