Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hulu Sungai Tengah

Direktorat Jenderal Kementerian Pertanian Monitoring Cetak Sawah HST

×

Direktorat Jenderal Kementerian Pertanian Monitoring Cetak Sawah HST

Sebarkan artikel ini
IMG 20250918 WA0102 e1758202922269

BARABAI, Kalimantanpost.com – Direktorat Jenderal Kementerian Pertanian bersama jajaran terkait melakukan monitoring progres Cetak Sawah Rakyat di Desa Perumahan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kamis (19/8/2025).

Program ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembukaan lahan sawah baru.

Kalimantan Post

Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan Kalsel, Mulyono, mengatakan, Kalimantan Selatan ditargetkan membuka lahan sawah baru seluas 30.000 hektar. Dari jumlah tersebut, 200 hektar dialokasikan untuk Kabupaten HST dan kini sedang dalam proses pengerjaan.

“Hasil pantauan kami, progresnya sangat bagus. Kami targetkan pertengahan Oktober sudah selesai, sehingga petani bisa menanam padi dua kali setahun,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 1002/HST, Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian yang turun langsung memantau jalannya program.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Dirjen Kementan beserta jajaran. Apa yang beliau sampaikan akan segera kami tindaklanjuti agar cetak sawah ini optimal dan selesai tepat waktu,” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian HST, Agustian menambahkan, masalah utama sektor pertanian di HST selama ini adalah infrastruktur. Karena itu, program cetak sawah baru diharapkan mampu menjadi solusi nyata.

“Setelah ini selesai, tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkannya. Ini juga sesuai amanat Bupati HST yang ingin menjadikan sektor pertanian sebagai sektor utama,” katanya.

Diharapkan, cetak sawah ini mampu meningkatkan produksi sekaligus produktivitas padi sehingga HST tetap berperan sebagai salah satu lumbung pangan di Kalsel. (ary/KPO-4)

Baca Juga :  Pastikan Kesehatan Warga, Babinsa Pandawan Dampingi Layanan Medis
Iklan
Iklan