BANJARMASIN, Kalimantanpost.com — Balittan Tennis Club (BTC) Banjarbaru kembali menorehkan kiprah membanggakan dalam dunia olahraga, kali ini dengan menjalin diplomasi persahabatan lewat pertandingan tenis di negeri jiran, Malaysia.
Pada 25–28 Oktober 2025, BTC Banjarbaru melakukan lawatan ke Kuala Lumpur dan menggelar pertandingan persahabatan melawan dua klub ternama asal Malaysia, yakni Pace 11 Tennis Club dan Orange Tennis Club.
Sebanyak 25 pemain dan 16 ofisial dari BTC turut ambil bagian dalam tur ini. Pertandingan pertama dilangsungkan di Gelanggang Perfect Sports Tennis Club, Universiti Malaya, menghadapi Pace 11 Tennis Club.
Sementara laga kedua kontra Orange Tennis Club digelar di Kompleks Tenis Jalan Duta, salah satu fasilitas tenis prestisius di Kuala Lumpur.
Ketua rombongan BTC, Firmansyah, menyambut baik kesempatan ini sebagai pengalaman yang memperkaya wawasan, baik dalam olahraga maupun dalam membangun jejaring lintas negara.
“Kami sangat senang bisa merasakan atmosfer pertandingan yang akrab dan bersahabat. Selain bertanding, kami juga banyak belajar dari teknik permainan tim tuan rumah,” ujar Firmansyah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk bertukar pengalaman dan budaya.
“Ini bukan sekadar tur olahraga, tapi juga pertukaran budaya yang luar biasa. Kami pulang dengan banyak pelajaran dan teman baru,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BTC Banjarbaru, Akhmad Humaidi, menyampaikan niat untuk menjalin kolaborasi jangka panjang dengan klub-klub tenis di Malaysia.
“Kami berencana mengundang mereka ke Banjarbaru. Bagi kami, tenis bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana olahraga bisa menjadi jembatan untuk membangun koneksi dan persahabatan antarnegara. Olahraga adalah bahasa universal yang menyatukan kita semua,” jelas Humaidi.
Salah satu peserta, M. Haris, yang juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Imigrasi Banjarmasin, menilai turnamen ini sebagai ajang penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Turnamen ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus kompetisi yang penuh semangat dan sportivitas. Kami bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana olahraga mampu menjadi sarana diplomasi yang efektif, mempererat hubungan antarbangsa dari tingkat komunitas.(yul/KPO-4)















