Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Inovasi Kampung Papuyu, Banjar Raih Penghargaan BRIN

×

Inovasi Kampung Papuyu, Banjar Raih Penghargaan BRIN

Sebarkan artikel ini
1 4 klm Kontrak Martapura 27 Penghargaan BRIN
PENGHARGAAN BRIN - Pemkab Banjar meraih penghargaan BRIN atas inovasi Kampung Papuyu yang diterima Wakil Bupati Said Idrus, Senin (27/10). (Adv)

PEMERINTAH Kabupaten Banjar kembali menorehkan prestasi tingkat Nasional. Kali ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan apresiasi kepada 39 Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

Penghargaan diberikan kepada Kabupaten Banjar pada indikator Optimalisasi Potensi dan/atau Penyelesaian Permasalahan Daerah, melalui inovasi bertajuk “Pengembangan Kawasan Kampung Papuyu dengan Budidaya Ikan Lokal (Papuyu) untuk Meningkatkan Pendapatan Pembudidaya Ikan”.

Kalimantan Post

Penghargaan diserahkan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko kepada Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al-Habsyi pada kegiatan penganugerahan, di Kantor BRIN, Jakarta, Senin (27/10).

“Alhamdulillah, kami bersyukur. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya kita mengintegrasikan riset dan inovasi ke dalam pembangunan daerah telah berjalan baik,” ujar Habib Idrus usai menerima penghargaan.

Habib Idrus mengatakan, capaian juga buah kerja keras kolaboratif seluruh jajaran Bappedalitbang dan para pemangku kepentingan di Kabupaten Banjar.

“Ini membuktikan, fokus kami dalam melaksanakan inovasi secara kolaboratif untuk menghasilkan optimalisasi nyata dari potensi program dan kegiatan yang dilaksanakan,” tandasnya.

Penghargaan lanjutnya, menjadi motivasi kuat Kabupaten Banjar untuk terus memperkuat inovasi guna menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah,” ucapnya.

Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Banjar Sipliansyah Hartani menambahkan, ini juga pengakuan atas komitmen dan kerja nyata Pemkab Banjar memperkuat ketahanan pangan berbasis inovasi, kolaborasi dan kemandirian masyarakat.

Sipliansyah menuturkan, inovasi lokal seperti Kampung Papuyu terbukti memberikan dampak langsung di tingkat regional maupun nasional, khususnya untuk memperkuat sistem pangan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha perikanan.

“Kami ingin Kampung Papuyu bukan hanya ada di dokumen SK, tetapi benar-benar hadir sebagai kerja nyata di lapangan,” tegasnya.

Pihaknya juga berencana mengembangkan inovasi berikutnya, berupa Kampung Nelayan, dengan harapan dapat terealisasi dengan baik. (adv/K-2)

Baca Juga :  Amartha Libatkan Para Ibu, Jaga Pangan Lokal Kalimantan Lewat Kompetisi Memasak Kuliner
Iklan
Iklan