Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Kartoyo Ajak Masyarakat Tanamkan Nilai Pancasila sebagai Benteng Kehidupan

×

Kartoyo Ajak Masyarakat Tanamkan Nilai Pancasila sebagai Benteng Kehidupan

Sebarkan artikel ini
hal 6 kartoyo
PEDOMAN HIDUP - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Kartoyo SM, mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat Pancasila sebagai pedoman hidup dalam keseharian. (HUMAS DPRD KALSEL UNTUK KP)

Banjarmasin, KP – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Kartoyo SM, mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat Pancasila sebagai pedoman hidup dalam keseharian. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila (Sosrev) yang digelar di Desa Sungai Paring, Kecamatan Kandangan, Jumat (24/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, H Kartoyo menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar slogan, melainkan pedoman hidup yang harus diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.

Kalimantan Post

“Nilai-nilai Pancasila ini perlu diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat, salah satunya untuk membentengi diri dari ideologi-ideologi yang kurang sejalan dengan kebudayaan kita, seperti radikalisme, jadi ketika nilai Pancasila benar-benar diterapkan, kita akan terbentengi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan bahwa sikap toleransi antarumat beragama merupakan wujud nyata pengamalan sila pertama yang harus terus dijaga dan ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tadi kita bersama-sama menggali nilai-nilai Pancasila yang berketuhanan dari ibu-ibu, alhamdulillah, di HSS ini masyarakat sangat antusias, terutama dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Kandangan, I Putu Suadirka, yang turut hadir sebagai narasumber, memberikan apresiasi atas kegiatan Sosrev yang digagas H. Kartoyo. Ia menilai, kegiatan ini sangat penting dalam menumbuhkan kembali semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

“Revitalisasi dan aktualisasi ini seharusnya ditanamkan sejak kecil, sejak anak-anak masih sekolah, agar rasa kenegaraan tumbuh kuat, kalau sejak dini tidak diberi pemahaman tentang ideologi Pancasila, maka mudah dimasuki pengaruh lain,” ujarnya.

Menurutnya, revitalisasi berarti menghidupkan kembali semangat ideologis bangsa, sedangkan aktualisasi adalah bagaimana mengaplikasikannya dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.

“Program seperti ini sangat bagus dan mengena, kita menyampaikannya dengan cara masing-masing, dan masyarakat pun antusias, bahkan ada yang kritis menanyakan bagaimana penerapan nilai-nilai ini dalam kehidupan nyata,” jelasnya.

Baca Juga :  Lanal Banjarmasin bersama TNI-Polri Laksanakan Bakti Sosial Lingkungan Bersih-Bersih Sungai Martapura

Kegiatan Sosrev berlangsung interaktif melalui diskusi ringan bersama warga, terutama kelompok ibu-ibu, yang menjadi sasaran utama dalam menanamkan nilai keteladanan dan penguatan karakter keluarga — sebagai pondasi pertama dalam membangun ideologi bangsa.

Sebagai penutup, H. Kartoyo berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar dihayati dan menjadi bagian dari karakter bangsa Indonesia yang tangguh, berjiwa nasionalis, serta berpegang teguh pada semangat kebersamaan dan persatuan. (nug/K-3)

Iklan
Iklan