Balangan, KP – Dalam upaya pelestarian bahasa daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Banjar tingkat kabupaten. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri Batu Piring, Kecamatan Paringin Selatan, Sabtu kemarin.
Festival diikuti 80 peserta jenjang sekolah dasar dan 120 peserta jenjang sekolah menengah pertama di Kabupaten Balangan. Mereka berkompetisi dalam sejumlah cabang lomba, seperti Bapandung, Bakisah, Membaca Puisi, Komedi Tunggal, hingga Menulis Cerita Pendek dalam Bahasa Banjar.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Armiati Rasyid, menjelaskan, kegiatan revitalisasi bahasa daerah merupakan salah satu upaya yang dilakukan secara masif, mulai dari tingkat nasional hingga kabupaten, untuk menjaga kelestarian bahasa daerahl Di Kalimantan Selatan, pihaknya melakukan revitalisasi Bahasa Banjar. Sementara di Kabupaten Balangan terdapat dua bahasa yang direvitalisasi, termasuk Bahasa Dayak Deah.
“Untuk tahun ini, Bahasa Dayak Deah juga menjadi target kami. Sama seperti Bahasa Banjar, pembinaan dilakukan karena tidak semua sekolah mengajarkan bahasa tersebut. Ada dua cara yang kami lakukan, yaitu berbasis komunitas maupun sekolah,” jelasnya.
Melalui program ini, ia berharap bahasa daerah, khususnya Bahasa Banjar, semakin diminati, diperhatikan, dan dibanggakan oleh generasi muda, karena mereka adalah agen penting dalam melestarikan bahasa daerah.
Kepala Disdikbud Balangan, Abiji, menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia atas terselenggaranya acara tersebut. Ia berharap ke depan kegiatan ini dapat terus berkembang agar semakin banyak ruang bagi generasi muda untuk berkreasi.
“Dengan adanya festival ini, diharapkan Bahasa Banjar semakin diminati masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan bahkan bisa dikenal hingga tingkat nasional,” harapnya. (rel/K-6)















