“Masalah diturunkan atau tidak anak saya Indira saat melawan Myanmar, kita serahkan ke coach Timo,” ujar Indra Syafruddin, orang tua Indira di Banjarmasin.
Banjarmasin, KP – Walau pun pemain asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) Indira Fatima usianya belum genap berusia 14 tahun, tapi terus dipercaya pelatih Timnas putri Indonesia U-17 Timo Scheunemann di setiap pertandingan internasional, walau pun tidak full 90 menit.
Sewaktu mengalahkan Makau 2-0 dipertandingan penyisihan kualifikasi Piala Asia Putri U-17 Grup C di Padaythar Football Stadium, Yangon, Myanmar, Senin (13/10) lalu, Indira ditempatkan sebagai penyerang dan bermain sepanjang 45 menit.
Ini sebenarnya bukan posisi siswi SMPN 3 Banjarmasin ini. Posisi aslinya sebenarnya sebagai gelandang box to box.
Begitu juga sewaktu membela Timnas Putri Indonesia di Piala ASEAN U-16, Indira juga sempat dipercaya menjadi pemain sayap kanan.
Terus dipercaya sang pelatih Timo diberbagai posisi, karena Indira memang punya kelebihan bisa ditempatkan dimana pun bila diperlukan tim.
Kemampuan lebih Galuh Banjar inilah, sehingga terpilih masuk skuad Timnas Putri Indonesia U-16 dan U-17.
Nah, dipertandingan penentuan Grup C melawan Myanmar yang berlangsung di Thuwunna Stadium, Yangon pada Jumat (17/10) pukul 16.30 WIB, apakah Indira kembali bakal diturunkan?
“Masalah diturunkan atau tidak anak saya Indira saat melawan Myanmar, kita serahkan ke coach Timo,” ujar Indra Syafruddin, orang tua Indira di Banjarmasin, Kamis (16/10).
Dia pun berharap, apabila Indira diberi kesempatan lagi menit bermain, putri bungsunya ini diharapkan bisa memaksimalkan segala kemampuan untuk kepentingan Timnas Indonesia.
Indra yang juga pelatih futsal PWI Kalsel yang meraih medali emas di Porwanas 2024 di Banjarmasin ini mengakui, putrinya memang sering dimainkan bukan di posisi sebenarnya.
“Saya hanya berpesan jangan banyak bikin kesalahan mendasar yang bisa membuat terganggu secara tim,” tegasnya.
ASN di Kejari Banjarmasin ini menambahkan, biasa Indira yang ikut bermain di tim sepak bola putra di Banjarmasin bermain diposisi 8 atau gelandang box to box. “Sebagai gelandang yang turun naik, mobile dan terus bergerak. Kalau di timnas, tugasnya hanya menunggu bola. Jadi, jarang mendapat bola,” tandasnya.
Walau bermain bukan di posisi aslinya, Indira mampu menjalankan tugasnya cukup baik.
“Melawan Myanmar nanti, apakah Indira diturunkan dan posisi dimana, tergantung coach Timo dan kebutuhan tim sendiri,” tandasnya.
Dikesempatan itu, Indra berharap Timnas Indonesia bisa memenangkan pertandingan, sehingga bisa berkiprah di Piala Asia Wanita U-17 2026 di China.
“Asal pemain Timnas Indonesia tidak grasa-grusu dan meminimalisir kesalahan mendasar, kans menang tetap ada. Sebab, tak mungkin Myanmar main bertahan. Pasti ada celah bisa ditembus,” papar Indira.
Timnas Putri Indonesia sendiri bila ingin lolos ke Piala Asia Wanita U-17 2026 di China harus mengalahkan Myanmar dalam pertandingan Jumat sore.
Ini menyusul kemenangan telak tuan rumah Myanmar 7-0 atau Makau dalam pertandingan Grup C Kualifikasi Piala Asia Wanita U-17 pada hari Rabu (15/10).
Berkat kemenangan tersebut, Myanmar menggeser posisi Indonesia di posisi puncak Grup C dengan poin sama 3 dari sekali main dan satu kali menang.
Namun, Myanmar unggul selisih gol. Indonesia dipertandingan sebelumnya hanyan menang 2-0 atas Macau.
Apabila dalam pertandingan hasil imbang saja, dipastikan Indonesia gagal berlaga di Piala Asia Wanita U-17.
Pasalnya, hanya juara grup saja yang lolos keputaran final yang digelar di China bila ingin tampil di Piala Asia Wanita U-17 2026 di China. (ful/K-3)
Hasil Pertandingan Kualifikasi Piala Asia Wanita U-17 2026 Grup C
Senin (13/10)
Indonesia vs Macau 2-0
Rabu (15/10)
Myanmar vs Macau 7-0
Jadwal Pertandingan
Jumat (17/10)
Indonesia vs Myanmar
Klasemen Sementara
Grup C
- Myanmar 1 1 0 0 7-0 3
- Indonesia 1 1 0 0 2-0 3
- Macau 2 0 0 2 0-9 0















