BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Semangat dan kebanggaan menyelimuti suasana Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Rabu (29/10/2025). Dua wakil terbaik Kalimantan Selatan, Nanang Kholil dan Galuh Afifah, resmi diberangkatkan menuju ajang Putera Puteri Kebudayaan Indonesia 2025 yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, pada 30 Oktober hingga 2 November 2025.
Kegiatan send off ini menjadi momentum berharga yang menandai langkah awal perjalanan keduanya di tingkat nasional. Acara tersebut dihadiri dan disambut langsung oleh Ketua Umum Ikatan Nanang Galuh Kalimantan Selatan, Erwen Sasmitha Riyadi, S.Ak., yang turut memberikan semangat dan dukungan bagi kedua perwakilan Banua itu.
Dalam kesempatan tersebut, Erwen menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap para wakil Kalimantan Selatan yang siap berlaga di ajang nasional.
“Ulun (saya) menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para perwakilan Kalsel yang akan berlaga di ajang Putera Puteri Kebudayaan Indonesia, mereka bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengemban nama besar organisasi dan marwah budaya Banua,” ujarnya.
Erwen juga menambahkan, mereka harus menunjukkan jati diri sebagai generasi muda yang berkarakter, berwawasan, dan berbudaya. Jadilah sosok yang tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga santun dalam bertutur dan bijak dalam bertindak.
“Semoga perwakilan Kalsel hari ini menjadi inspirasi bagi kader-kader lainnya, serta mampu mengharumkan nama INAGA dan Kalimantan Selatan di tingkat yang lebih tinggi, kemenangan bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang seberapa besar dedikasi dan cinta kalian terhadap kebudayaan Banua, selamat berjuang dan buktikan bahwa generasi INAGA siap menjadi duta budaya yang sejati,” tutupnya.
Kehadiran Erwen bersama jajaran organisasi serta para pendukung menjadikan suasana pelepasan semakin hangat dan penuh makna. Senyum, pelukan, serta doa mengiringi keberangkatan Nanang dan Galuh yang akan membawa nama baik Kalimantan Selatan ke panggung budaya nasional.
Ajang Putera Puteri Kebudayaan Indonesia merupakan kompetisi bergengsi yang mempertemukan para duta muda dari berbagai provinsi. Mereka akan menampilkan kekayaan budaya daerah, kreativitas, serta peran aktif dalam melestarikan tradisi Nusantara di tengah arus modernisasi.
Keikutsertaan perwakilan Kalimantan Selatan tahun ini menjadi bukti nyata bahwa semangat generasi muda Banua untuk menjaga warisan budaya masih sangat kuat. Dukungan masyarakat yang hadir dalam pelepasan tersebut menjadi simbol rasa bangga dan harapan agar Kalsel mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Momentum send off ini juga mencerminkan kebersamaan antara pelaku budaya, organisasi, serta masyarakat yang memiliki tujuan sama: mengangkat nilai-nilai kearifan lokal dan memperkenalkannya ke kancah yang lebih luas.
Dengan doa dan dukungan penuh dari masyarakat Banua, langkah Nanang Kholil dan Galuh Afifah menjadi cerminan semangat Kalimantan Selatan yang siap berkiprah dan bersinar di tingkat nasional melalui jalur kebudayaan.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, keberangkatan mereka menjadi simbol kebangkitan semangat budaya Banua — bahwa di tangan generasi muda, warisan leluhur akan terus hidup dan dikenal di seluruh Nusantara. (nug/KPO-3)















