BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Menjelang berakhirnya pertandingan putaran pertama Grup 2 Kompetisi Championship 2025/2026 persaingan di papan atas semakin sengit
Tim-tim yang diawal kompetisi sempat terseok-seok seperti Deltras Sidoarjo, Persela Lamongan dan Persipura Jayapura mulai memberikan sinyal lampu kuning menggusur Barito Putera maupun PSS Sleman yang diawal pertandingan begitu perkasa.
Indikasi ini terlihat ketiga tim ini memetik kemenangan beruntun di dua dan tiga pertandingan terakhir Wilayah Timur.
Persela Lamongan usai memecat pelatih kepala Aji Santoso dan ditangani asisten pelatih Ragil Sudirman malah hasilnya lebih baik, memetik tiga kemenangan beruntun dengan mengalahkan dua tim pamuncak Grup 2 Barito Putera 1-0 dikandangnya Stadion Demang Lehman di pekan ke-6 dan menjungkalkan PSS Sleman 1-0 di pekan ke-7.
Sebelumnya, Persela Lamongan mempermalukan tuan rumah Persiba Balikpapan 3-0. Tiga kemenangan beruntun itu membuat Persela menyodok ke posisi keempat dengan 13 poin.
Begitu juga dengan Deltras FC Sidoarjo usai dikalahkan Barito Putera 0-1 di kandang mulai bangkit dengan memetik tiga kemenangan beruntun, mengalahkan Persipura Jayapura 2-0, menaklukan tuan rumah Kendal Tornado 1-0 dan menang atas PSIS Semarang 2-0.
Deltras pun naik ke posisi ketiga dengan poin 15 dari 7 kali main sama dengan Barito Putera di peringkat kedua juga yang memperoleh poin 15, tapi kalah produktivitas gol. Barito Putera plus 8 dan Deltras FC plus 6.
Selain Persela dan Deltras, Persipura Jayapura usai dihajar Deltras 0-2 langsung melakukan pembenahan dengan memecat pelatih Ricardo Salampessy dan menggantikan dengan Rahman Darmawan.
Keputusan manajemen Persipura mendatangkan pelatih yang sukses membawa tim Mutiara Hitam meraih juara Liga 1 pada tahun 2005 membuahkan hasil.
Pertama kali menangani Persipura, Boaz Salossa dan kawan-kawan bisa mengalahkan tuan rumah Persiba Balikpapan 1-0. Lalu, dipekan ketujuh, giliran Barito Putera juga ditundukkan Persipuran 1-0, sehingga langsung naik ke posisi ketiga dengan poin 13.
Belum lagi saingan berat PSS Sleman yang memuncaki Grup B dengan poin 18 tampil impresif walau pun dipertandingan terakhir menderita kekalahan 1-2 atas Persela Lamongan.
Melihat grafik permainan tiga saingannya yakni Deltras FC, Persela dan Persipura terus meningkat, ini sebagai lampu kuning buat Barito Putera untuk berbenah agar kasus terdegradasi dari Liga 1 pada musim lalu tak terulang.
Waktu itu, Barito Putera hingga pekan ke-26 meraih 29 poin dan hanya membutuhkan tiga kemenangan untuk meraih 35 poin di zona aman dengan menyisakan 8 pertandingan. Namun, petaka terjadi, kesalahan memilih pelatih dan hanya meraih sekali menang dan 2 kali seri dari 8 kali main hingga poinnya 34.
Malah tim juru kunci Madura United dengan poin 21, Semen Padang yang meraih poin 22 poin dan Persis Solo waktu itu masih 23 poin menyisakan 7 pertandingan mampu memaksimalkan sisa pertandingan dengan meraih kemenangan demi kemenangan hingga hingga bisa melepaskan diri dari degradasi.
Akibatnya, Barito Putera, PSS Sleman dan PSIS Semarang sempat berada di zona aman terdegradasi ke Liga 2 atau sekarang bernama Championship di akhir kompetisi.
Pengalaman pahit musim lalu diharapkan jangan terulang lagi saat berburu papan atas Liga 2 atau Championship 2025/2026. Sempat tampil menjanjikan diawal kompetisi dengan memetik lima kemenangan beruntun hingga terus memuncaki klasemen Grup 2.
Namun, di dua pertandingan terakhir Barito Putera menderita kekalahan beruntun dipermalukan Persela Lamongan 0-1 dan menyerah 0-1 atas Persipura.
Yang perlu mendapat perhatian tim pelatih Barito Putera saat ini adalah naluri mencetak gol duet striker Jaime Moreno – Alexandro Ferreira ditingkatkan lagi. Beberapa peluang emas tercipta malah tak berbuah gol.
Kondisi ini membuat pemain belakang seperti Renan Alves dan Fabiano Beltrame sering ikut maju ke depan. Strategi ini sudah bisa dibaca pelatih lawan dengan memasang striker punya kecepatan untuk membongkar pertahanan Barito Putera.
Kelincahan dan kecepatan serta permainan satu dua sentuhan seperti diperagakan pemain Persipura Mandowen, Uopmabin membuat Renan Alves yang bertubuh gempal dan Fabiano yang sudah dimakan usia keteter menjaganya hingga kecolongan.
Ciri khas Barito Putera dengan satu dua sentuhan perlu juga kembali ‘dihidupkan’ dan peran gelandang penyuplai bola buat Moreno didepan seperti Rizky Pora juga sangat dibutuhkan.
Usai kekalahan melawan Persipura, evaluasi tim pelatih bisa membawa Barito Putera kembali bangkit dengan memetik kemenangan demi kemenangan bisa memuncaki klasemen agar bisa promosi langsung ke Super League 2026/2027.
Atau minimal menjadi runner up Grup 2, sehingga bisa mengikuti pertandingan play off promosi Super League musim depan. (ful/KPO-3)















