Banjarbaru, KP – Gunung Pamaton yang terletak di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, selama ini memang menjadi destinasi wisata.
Selain pemandangan di perbukitan, di sana juga dipercaya sebagai tempat bersejarah terikat dengan Kesultanan Banjar.
Ke depan Gunung Pamaton akan menjadi destinasi wisata resmi.
Di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam.
Rencananya dibangun pintu gerbang sekaligus penukaran tiket.
Sementara puncaknya dirancang pembangunan pesanggrahan.
Menurut Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, Hj. Fatimatuzzahra, saat ini tengah dibangun pintu gerbang Gunung Pamaton oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel.
Jika sudah selesai, pos jaga pun segera dibangun.
Selain pintu gerbang, jalan hingga ke puncak Pamaton juga sudah dibangun.
Di tahun 2026 nanti, direncanakan pula pembangunan pesanggrahan di puncak gunung tersebut.
Ke depan, akses jalan menuju Tahura Sultan Adam akan dibuat satu arah.
Untuk keluarnya melewati Gunung Pamaton.
Pengembangan Gunung Pamaton tak lepas dari target pendapatan dari retribusi pengelolaan Tahura Sultan Adam yang dinaikkan kembali pada tahun 2026. Alasannya karena pendapatan 2025 telah hampir mencapai target sebesar Rp10 miliar.
Hingga 27 Oktober 2025, pendapatan Tahura Sultan Adam di bawah naungan Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan ini sudah mencapai Rp9,8 miliar.
Fatimatuzzahra meyakini jika pendapatan Tahura Sultan Adam akan melebihi target. “Pekan depan mungkin sudah Rp10 miliar. Insyaallah melebihi target hingga akhir Desember nanti,” jelasnya.
Melihat antusias pengunjung, Dishut Kalsel juga akan membuka destinasi wisata lainnya di Tahura Sultan Adam. Yakni Gunung Pamaton yang memiliki pemandangan alam luar biasa indah.
Tahun depan, target pendapatannya juga akan dinaikkan.
Bisa jadi 15 sampai 20 miliar rupiah. (mns/K-2)














