BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Sejak beberapa hari terakhir, warga Kota Banjarmasin menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Kondisi ini menimbulkan antrean panjang kendaraan sejak pagi hingga malam hari, bahkan beberapa ruas jalan mengalami kemacetan akibat mengularnya antrean menuju area SPBU.
Beberapa pengendara mengaku harus menunggu lebih dari satu jam hanya untuk memperoleh jatah pengisian BBM. Sebagian SPBU juga terlihat menutup jalur pengisian tertentu karena keterbatasan pasokan.
Di tengah kondisi tersebut, muncul pula keluhan dari sejumlah warga mengenai kerusakan motor setelah mengisi BBM di salah satu SPBU di wilayah kota. Beberapa pengendara mengaku mengalami gejala seperti mesin brebet, mati mendadak, hingga performa menurun tak lama setelah melakukan pengisian. Meski belum ada kepastian terkait penyebabnya, isu ini cepat menyebar dan menambah keresahan masyarakat.
KNPI Kota Banjarmasin Angkat Bicara
Menanggapi gejolak di masyarakat, Ketua KNPI Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar, menyampaikan keprihatinannya serta meminta pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera memberikan kejelasan dan langkah konkret.
“Kelangkaan BBM ini sudah mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pekerja sektor informal dan layanan transportasi,” ujar Ridho Akbar.
“Kami juga menerima laporan terkait dugaan kerusakan motor setelah pengisian. KNPI mendesak instansi terkait untuk melakukan pengecekan kualitas BBM di lapangan dan memberikan penjelasan terbuka kepada publik.”
Ia menambahkan bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada mobilitas warga dan roda perekonomian kota.
“Kami berharap pemerintah bersama Pertamina segera memperjelas situasi, menstabilkan pasokan, serta menindaklanjuti keluhan masyarakat secara profesional. KNPI siap membantu mengomunikasikan aspirasi warga agar persoalan ini cepat terselesaikan,” tambahnya.
Warga Berharap Solusi Cepat
Sementara itu, masyarakat berharap pasokan BBM segera kembali normal agar aktivitas harian dapat berjalan seperti biasa. Mereka juga meminta pihak berwenang memastikan keamanan dan kualitas bahan bakar yang beredar agar tidak menimbulkan kerugian lebih lanjut.
Situasi di sejumlah SPBU masih terus dipantau, dan warga menunggu langkah resmi dari pemerintah serta pihak terkait. (nau/KPO-1)














