BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Kalimantan Selatan, telah mencapai Rp 4,17 triliun atau 73,24 persen, dari target tahunan sebesar Rp 5,69 triliun.
Dana tersebut telah disalurkan kepada 69.009 debitur pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Catur Ariyanto Widodo, Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Kalsel, mengatakan, capaian ini menunjukan Kalsel menempati peringkat 1 penyaluran KUR se-Kalimantan, dan peringkat 14 nasional.
Kemudian, Bank Mandiri dengan capaian sebesar Rp 526,05 miliar kepada 5.194 debitur. Selanjutnya, Bank Kalsel sebesar Rp 350,28 miliar kepada 2.990.
BRI mencatatkan porsi terbesar penyaluran, yakni sekitar 68 persen dari total KUR Kalsel.
Catur menyatakan, Kantor Wilayah DJPb Kalsel menyampaikan, komitmennya untuk terus mengawal penyaluran KUR agar tepat sasaran, produktif, membantu UMKM naik kelas, dan menguatkan ekonomi daerah hingga tingkat akar rumput.
Dikatakan Catur, penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalsel hingga 31 Oktober 2025 menunjukkan perkembangan yang terus menguat sebagai salah satu instrumen pembiayaan negara untuk pelaku usaha ultra mikro.
Berdasarkan data SIKP Kementerian Keuangan, total pembiayaan UMi yang tersalurkan telah mencapai Rp 56,52 miliar dan diberikan kepada 11.143 debitur di seluruh kabupaten/kota.
Pembiayaan UMi di Kalsel disalurkan melalui empat Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), yaitu PNM, Pegadaian, BAV, dan KJP Cipta Prima Sejahtera.
Keempat lembaga ini berperan penting dalam memperluas jangkauan pembiayaan UMi hingga ke pelaku usaha ultra mikro yang belum bankable dan tidak memiliki akses kepada skema pembiayaan perbankan. (ADV/KPO-1)














