KOTABARU, Kalimantanpost.com -Memperkuat akses layanan dasar masyarakat melalui kegiatan Pelayanan Kesehatan dan Bantuan Sosial di wilayah Dusun Datar Tangkap dan Dusun Lingkung RT 09 yang merupakan bagian dari Desa Buluh Kuning yang berada di Kawasan Pegunungan Meratus, PT Pelsart Tambang Kencana bersama puskesmas Banian dan pemdes setempat menembus Pegunungan Meratus sejauh lebih dari 21 Km tanpa akses yang layak.
Program ini ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 10 (Pengurangan Kesenjangan) dan upaya mendukung program unggulan Pemerintah Kabupaten Kotabaru di bidang Kesehatan dan Pendidikan.
Kegiatan yang diselenggarakan bersama Puskesmas Banian dan Pemdes Buluh Kuning ini meliputi penyuluhan PHBS, pengobatan gratis, khitanan massal, pembedahan ringan, pendataan status gizi balita, penyuluhan kesehatan kehamilan, serta pembagian paket bantuan sosial berupa peralatan dapur serta alat peraga edukatif membaca-menulis bagi anak-anak.
Hadir juga pada kesempatan ini Muspika Kecamatan Sungai Durian dan didukung oleh Komunitas Ojek Gunung, yang menbantu mengangkut para petugas Kesehatan, staf Pemdes dan material bantuan logistik dan obat-obatan.
Masing-masing pihak turut memberikan peran maksimal dalam kegiatan ini.
Selain Puskesmas Banian yang memberikan pelayanan kesehatan serta mengumpulkan data Kesehatan Masyarakat (10 penyakit terbanyak, status gizi balita, anak-anak dan ibu hamil), staf Pemdes juga melakukan pendataan kependudukan warga yang diperlukan sebagai dasar pelayanan pemerintah, baik pembuatan KK dan KTP, maupun sebagai penerima bantuan pemerintah lainnya.
Data serta informasi yang dikumpulkan akan digunakan untuk intervensi lanjutan bagi masyarakat pada umumnya, dan juga bagi anak-anak yang mengalami masalah gizi.
Sawaludin, Kepala Desa Buluh Kuning menyampaikan wilayah RT 09 Datar Tangkap Lingkung adalah salah satu lokasi terdalam dan paling sulit dijangkau di Desa Buluh Kuning. Akses jalan masih sangat terbatas, sinyal komunikasi sulit, dan sebagian warga belum memiliki dokumen kependudukan seperti KK dan KTP.
“Kondisi ini membuat masyarakat sering terlambat mendapatkan layanan kesehatan, bantuan sosial, maupun akses administrasi. Karena itu, kegiatan seperti yang dilakukan PTK sangat kami apresiasi,” ujarnya.
Selama dua hari kegiatan tercatat ada 163 orang menerima layanan pengobatan, 6 anak menjalani khitanan, 1 pasien menjalani pembedahan ganglion, 16 balita tercatat status gizinya dan mendapatkan PMT dari Puskesmas Banian, serta 1 orang ibu hamil mendapatkan pemeriksaan dan edukasi pra-melahirkan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi dan pendidikan anak-anak di wilayah terdalam PTK memberikan 63 paket bantuan kepada 61 kk berupa sembako dan peralatan dapur, serta 37 keluarga yang memiliki anak usia sekolah namun tidak mampu mengenyam pendidikan formal mendapatkan paket alat peraga membaca dan menulis.
Tokoh Baliayan setempat, Rayudin, mengucapka terima kasih banyak kepada semuanya. “Karena sudah mau memperhatikan kami dan datang jauh jauh kesini. Semoga buhan pian diberikan kesehatan, Perusahaan dilancarkan dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa”, katanya.
Sementara salah seorang yang menerima layanan Khitan, Lutut menyampaikan bersyukur sekali dengan adanya kegiatan ini.
“Soalnya hitungannya amunnya kadada pian kada hakun bekhitan ulun, karena harus bejalan batis jauh banar ke Banian, takutan uyuh lawan kenapa – kenapa dijalan bilanya dikhitan disana,” ungkapnya sambil tersenyum.
Wilayah terdalam seperti Datar Tangkap dan Lingkung kerap menghadapi keterbatasan akses layanan Kesehatan, administrasi kependudukan dan fasilitas belajar. Kegiatan ini bukan hanya memberi layanan jangka pendek, tetapi membuka jalan bagi transformasi akses jangka panjang, mulai dari pencatatan kependudukan, perbaikan status Kesehatan, hingga peningkatan literasi anak.
Program ini mempertegas peran PTK sebagai mitra pembangunan desa dan memperkuat hubungan Perusahaan dengan Masyarakat dalam kerangka keberlanjutan sosial. (Andi/KPO-3)















