RANTAU, Kalimantanpost.com – Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini, Bunda Literasi Tapin melatih membaca nyaring (ready aluod) kepada anak didik Taman Kanak Kanak di Kabupaten Tapin, Senin (1/12/2025), di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tapin.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Read Aloud Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Rusvendy Doddyansyah dengan diikuti guru dan anak didik dari TK Negeri Pembina Tapin serta TK Dharma Wanita Kabupaten Tapin.
Sebelum dibuka latihan, Bunda Literasi Tapin Hj Faridah Yamani menyampaikan, membaca nyaring bukan sekadar cara menyampaikan isi cerita, tetapi metode yang mampu membuka jendela imajinasi anak.
“Membaca nyaring membangun kedekatan emosional, memperkaya kosakata, dan membantu anak memahami cerita dengan lebih baik,” ujarnya.
Ia menilai metode tersebut relevan diterapkan di berbagai ruang pembelajaran mulai dari sekolah, perpustakaan, taman baca, hingga lingkungan keluarga.
Menurutnya, kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini akan membantu anak lebih kritis dan mampu memilah informasi di tengah derasnya arus media.
Faridah juga mengapresiasi kehadiran tim Read Aloud Kalsel yang bersedia berbagi ilmu dengan para guru di Tapin dan juga Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah yang telah memfasilitasi pelatihan ini
Pelatihan ini, katanya, diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus wadah berbagi pengalaman bagi para pendidik untuk mengembangkan teknik membaca yang menarik dan interaktif.
“Jadikan pelatihan ini momentum untuk berinovasi dan memperkuat komitmen membangun lingkungan yang ramah literasi,” tutur Bunda Literasi Tapin juga Ketua TP PKK Tapin.
Dikatakannya, komitmen Tapin terhadap literasi tidak hanya bersandar pada program seremonial, tetapi diarahkan pada pembentukan kebiasaan membaca yang berkelanjutan.
“Sebab, perpustakaan hadir demi martabat bangsa,” katanya.
Diharapkan, program pelatihan membaca nyaring dapat memberi manfaat besar bagi peningkatan budaya baca di Tapin.
“Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari ikhtiar besar kita membangun generasi pembelajar, “tutupnya. (abd/KPO-4)















