TABALONG, Kalimantanpost.com – Terobosan pendidikan berbasis teknologi muncul dari Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong. Dua guru Sekolah Dasar dari wilayah tersebut berhasil menciptakan inovasi pembelajaran digital yang mampu meningkatkan minat belajar siswa sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era modern.
Mereka adalah Ahmad Hadianor, S.Pd. dari SDN Habau Hulu dan Norhaniansyah, S.Pd. dari SDN Bangkiling, dua sosok yang membuktikan bahwa kreativitas dapat mengatasi keterbatasan sarana.
Inovasi pertama datang dari Ahmad Hadianor melalui media MPI Jaringan Ajaib Sisma. Ia melihat siswa kelas VI sering pasif dan kesulitan memahami materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), khususnya topik Sistem Saraf Manusia yang abstrak. Keterbatasan akses terhadap Papan Interaktif Digital (PID) tidak menyurutkan langkahnya.
Ahmad merancang media pembelajaran interaktif berbasis PowerPoint yang kemudian dipublikasikan secara web, sehingga dapat diakses siswa tanpa biaya dan tanpa instalasi aplikasi.
Media ini memadukan metode Discovery Learning, visualisasi interaktif, serta gamifikasi asesmen melalui Kahoot!, membuat suasana kelas lebih hidup dan ramah terhadap berbagai gaya belajar siswa—termasuk anak slow learning dan siswa hiperaktif.
Di sisi lain, Norhaniansyah yang akrab disapa Yansyah menjawab kejenuhan siswa dalam memahami Pendidikan Pancasila melalui inovasi AKSI PANCASILA (Aku anaK IndoneSia berjIwa PANCASILA). Media pembelajaran ini dirancang menyerupai aplikasi ponsel melalui platform Canva, memungkinkan siswa mengaksesnya tanpa mengunduh apapun.
Materi yang sebelumnya disampaikan dengan metode ceramah dan teks padat kini dikemas dalam bentuk animasi, infografis, contoh kasus interaktif, hingga permainan edukatif.
Pendekatan ini membuat nilai-nilai Pancasila terasa lebih dekat dan mudah dipahami siswa dengan pengalaman “belajar rasa bermain game”.
Kedua inovasi tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan “Tabalong SMART”.
Pemanfaatan PID dan platform digital di sekolah menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan tidak selalu membutuhkan biaya tinggi, melainkan kreativitas guru dalam memaksimalkan teknologi yang ada.
Langkah SDN Habau Hulu dan SDN Bangkiling menunjukkan bahwa pembelajaran digital mampu meningkatkan pemahaman akademis, memperkuat literasi digital, serta membentuk karakter siswa yang lebih baik.
Saat ini, siswa dapat mengakses inovasi tersebut melalui situs daring, yakni MPI Jaringan Ajaib Sisma di https://hadianor.itch.io/mpi-sistem-saraf-manusia dan AKSI PANCASILA di https://s.id/aksipancasila. Keduanya diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.(nug/KPO-1)















