Banjarbaru, KP — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprpv Kalsel) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kembali memberikan apresiasi kepada masyarakat yang taat pajak dengan menggelar pengundian Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor se-Kalsel.
Program menjadi salah satu upaya mendorong kepatuhan warga dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah, khususnya pajak kendaraan bermotor.
Pengundian pemenang dilaksanakan di Gedung Idham Chalid, kawasan perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (16/12).
Untuk menjamin keterbukaan, seluruh proses pengundian disiarkan secara langsung melalui akun media sosial Instagram resmi Bapenda Kalsel, @bapendakalselofficial.
Pemenang Gebyar Panutan Pajak akan dihubungi langsung oleh petugas Bapenda berdasarkan data yang tercatat saat masyarakat melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Program ini diperuntukkan bagi wajib pajak yang secara konsisten membayar pajak tepat waktu tanpa tunggakan.
Gebyar Panutan Pajak sendiri dirancang sebagai bentuk penghargaan pemerintah daerah kepada masyarakat yang disiplin dan patuh membayar pajak tepat waktu, sekaligus menjadi pemacu agar kepatuhan pajak di Kalimantan Selatan terus meningkat.
Gubernur Kalsel, H. Muhidin, mengatakan sepanjang 2025 pemerintah daerah juga telah meluncurkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor sebagai bentuk kemudahan bagi masyarakat.
Melalui kebijakan tersebut, wajib pajak yang memiliki tunggakan, berapa pun lamanya, cukup membayarkan pajak untuk satu tahun berjalan.
“Kebijakan ini kami berikan untuk membantu dan meringankan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya,” ujar Muhidin.
Kombinasi antara program pemutihan dan Gebyar Panutan Pajak dinilai berdampak positif terhadap partisipasi masyarakat. Saat ini, tingkat kepatuhan warga Kalimantan Selatan dalam membayar pajak kendaraan bermotor tercatat mencapai sekitar 60 persen.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kalsel, Subhan Nor Yaumil mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Desember, realisasi penerimaan seluruh komponen pajak daerah secara umum telah mencapai target, bahkan sebagian melampaui 100 persen.
“Secara keseluruhan sudah 100 persen lebih. Namun memang masih ada satu komponen yang belum sepenuhnya mencapai target, yaitu Pajak Kendaraan Bermotor,” kata Subhan.
Ia menjelaskan, realisasi PKB saat ini berada di kisaran 96 persen.
Meski demikian, pihaknya optimistis capaian tersebut dapat melampaui target hingga akhir Desember seiring masih berjalannya berbagai program insentif dan peningkatan pelayanan. (mns/K-2)














