GUBERNUR Kalimantan Selatan (Kalsel), H Muhidin, menerima Penghargaan Pembina Program Kampung Iklim (ProKlim) Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Hanif Faisol Nurrafiq, pada acara yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.
Penghargaan diberikan kepada gubernur bersama 14 bupati dan wali kota lainnya di Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan peran aktif dalam pembinaan, pendampingan, serta penguatan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di wilayah masing-masing.
Gubernur menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan buah kerja bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak yang peduli lingkungan. Ia menegaskan pentingnya memperbanyak ruang hijau untuk menurunkan emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global.
“Penghijauan adalah langkah penting untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Saya mengimbau masyarakat dan semua pihak untuk meningkatkan upaya penghijauan di lingkungan masing-masing,” ujarnya usai menerima penghargaan, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo.
Selain penghijauan, Gubernur H Muhidin menyoroti urgensi pengelolaan sampah sebagai bagian penting dari mitigasi perubahan iklim.
Hal ini selaras dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup yang menekankan bahwa mulai 2026 pemerintah pusat akan lebih tegas terhadap implementasi pengelolaan sampah di daerah.
“Kita harus benar-benar serius dalam pengelolaan sampah di seluruh kabupaten/kota di Kalsel.
Ini penting karena perubahan iklim yang terjadi di beberapa provinsi telah memicu bencana besar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh bupati dan wali kota se-Kalsel untuk memberikan perhatian serius terhadap penanganan sampah dan menjadikannya prioritas dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri LH/BPLH RI juga menyerahkan sejumlah penghargaan ProKlim lainnya, meliputi Proklim Lestari, Proklim Utama, serta apresiasi bagi perusahaan yang mendukung program lingkungan tersebut.
Selain itu, turut diluncurkan konsep baru ProKlim yang menekankan tiga aspek utama: percepatan rekonseptualisasi berbasis kualitas, penguatan peran pemerintah daerah, serta integritas sistem. (adv/K-2)














