Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Komisi II DPRD Kota Banjarmasin dan Perumda Pasar Baimain Bedah Strategi dan Dongkrak Inovasi Hidupkan Pasar

×

Komisi II DPRD Kota Banjarmasin dan Perumda Pasar Baimain Bedah Strategi dan Dongkrak Inovasi Hidupkan Pasar

Sebarkan artikel ini
IMG 20251204 WA0036 e1764849874963
Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Menggelar RDP di Ruang Rapat Komisi II Bersama Perumda Pasar Baiman, Kamis (4/12/2025). (Kalimantanpost.com/Nugie)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Komisi II DPRD Kota Banjarmasin menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Perumda Pasar Baiman Banjarmasin di ruang rapat Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Kamis (4/12/2025)

Pertemuan ini fokus pada strategi memajukan pasar rakyat di tengah persaingan dengan pasar modern serta penurunan penjualan pedagang yang semakin terasa.

Kalimantan Post

Rapat dipimpin Ketua Komisi II, H Muhammad Faisal Hariyadi, didampingi Wakil Ketua Komisi Hendra, Sekretaris Komisi Hilyah Aulia, SH dan para anggota. Dari Perumda Pasar Baiman hadir Direktur Utama Muhammad Abdan Syakura beserta jajaran direksi.

Suasana rapat berjalan cukup intens, mengingat banyak pasar di Banjarmasin yang kondisinya timpang, mulai dari pasar aktif, tidak aktif, hingga lahan pasar yang terbengkalai.

Komisi II menyoroti perlunya langkah cepat untuk memperbaiki kondisi tersebut, terutama menjelang proses pengalihan beberapa aset pasar yang akan berlangsung. Pendataan pedagang menjadi bagian penting agar pembenahan pasar tidak lagi berjalan setengah-setengah. Harapannya, revitalisasi bisa dimulai di 2026, termasuk kemungkinan vertikalisasi pasar yang dianggap lebih efisien untuk menampung pedagang.

Ketua Komisi II H Muhammad Faisal Hariyadi menegaskan perlunya inovasi yang relevan dengan kebutuhan pedagang dan perkembangan zaman. Ia menilai pembenahan fisik saja tidak cukup jika pedagang tetap tertinggal dalam kemampuan beradaptasi.

“Pasar rakyat tidak mungkin maju kalau pedagangnya dibiarkan jalan sendiri, kita butuh inovasi, butuh terobosan, dan pedagang harus kita libatkan sejak awal, kondisi penjualan mereka sedang turun, itu harus kita jawab dengan solusi nyata,” kata Faisal.

Di sisi lain, Direktur Utama Perumda Pasar Baiman memaparkan rencana penguatan pasar melalui digitalisasi dan pemberdayaan pedagang.

Abdan Syakura menjelaskan bahwa pedagang perlu mulai melek teknologi agar bisa bersaing, terutama dengan semakin kuatnya pasar modern dan platform belanja daring. Langkah ini juga didukung peraturan pasar yang memungkinkan pedagang memasarkan dagangan secara online.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Kalsel Turun Langsung, Salurkan Bantuan dan Harapan untuk Korban Banjir Sungai Tabuk

“Kita dorong pedagang untuk masuk ke penjualan digital, potensi pasarnya jauh lebih luas, dan ini bisa bantu mereka pulih dari penurunan omzet,” ujar Abdan.

Komisi II juga menyinggung soal masuknya minat investor yang ingin membangun pasar di sejumlah lokasi. Mereka menilai peluang ini harus dimanfaatkan, asalkan tetap mempertahankan karakter pasar rakyat dan tidak mematikan pedagang kecil. Di saat yang sama, inovasi seperti penataan ulang tata letak, penyempurnaan fasilitas, dan peningkatan kenyamanan bagi pengunjung dianggap penting agar pasar rakyat tetap punya daya tarik. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan