Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Mayoritas Pengurus PBNU Diklaim Kubu Gus Yahya Tolak Pemakzulan

×

Mayoritas Pengurus PBNU Diklaim Kubu Gus Yahya Tolak Pemakzulan

Sebarkan artikel ini
IMG 20251210 WA0010
Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar (ketiga kiri) didampingi Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar (kedua kiri), Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir (keempat kanan), Rais PBNU yang juga pimpinan sidang pleno Mohammad Nuh (ketiga kanan), Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa (kanan), Awan PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid (kanan) dan Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (kiri) memberikan sambutannya saat membuka rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Selasa (9/12/2025). Rapat Pleno PBNU yang dihadiri lembaga dan badan otonom serta sejumlah perwakilan PWNU ini rencananya akan menetapkan Pj Ketum PBNU yang akan menggantikan Yahya Cholil Staquf. (Antara)

JAKARTA, Kalimantanpost.com – Kubu Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengklaim mayoritas fungsionaris PBNU menolak wacana pemakzulan ketua umum dan menyatakan patuh pada seruan Forum Sesepuh dan Mustasyar NU, yang mengimbau agar konflik organisasi dihentikan dan diselesaikan.

“Mayoritas pengurus tetap loyal kepada dawuh kiai sepuh,” ujar Sekretaris Jenderal PBNU Amin Said Husni di Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Kalimantan Post

Sebelumnya, Forum Sesepuh dan Mustasyar yang berkumpul di Pesantren Tebuireng pada 6 Desember menegaskan bahwa keputusan Rapat Harian Syuriah untuk memakzulkan Ketua Umum tidak sah karena bertentangan dengan AD/ART NU.

Amin menyebut penolakan mayoritas pengurus tercermin dalam Rapat Pleno PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa malam. Dari total 216 anggota pleno yang seharusnya hadir, hanya 58 orang yang datang, sekitar 26 persen, jauh dari batas minimum kuorum.

Dari data yang diperolehnya, unsur Mustasyar hanya dihadiri 2 dari 29 orang, Syuriah 20 dari 53 orang, Tanfidziyah 22 dari 62 orang, dan A’wan 7 dari 40 orang. Dari Lembaga PBNU hanya hadir 5 dari 18 lembaga, sementara Badan Otonom (Banom) hanya 2 dari 14 Banom.

“Artinya, lebih dari tiga perempat anggota memilih tidak datang, sebuah sinyal kuat bahwa langkah pemakzulan tidak mendapat dukungan luas di internal PBNU,” kata dia.

Rapat Pleno 9 Desember digelar menindaklanjuti undangan 2 Desember yang bermuatan agenda penetapan Pejabat Ketua Umum PBNU tanpa melibatkan Ketua Umum aktif.

Namun, Forum Sesepuh dan Mustasyar telah menyerukan agar agenda itu dihentikan sementara, sambil menunggu penyelesaian persoalan organisasi sesuai mekanisme AD/ART.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dalam Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Hotel Sultan, Jakarta.

Baca Juga :  Gubernur Kalsel Pastikan Fasilitas "SRT" Lengkap Tunjang Pembelajaran

Selain tiga tokoh tersebut, jajaran petinggi PBNU seperti Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam Zulfa Mustofa, Wakil Rais Aam Afifudin Muhajir, Rais Syuriah M Nuh, hingga Wakil Rais PBNU sekaligus Ketum MUI Anwar Iskandar. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan