BALANGAN, Kalimantanpost.com – Angka stunting di Balangan mengalami penurunan yang signifikan. Salah satu contoh di Desa Pulantan kecamatan Awayan, pada tahun 2024 mencapai 15 persen, kini 2025 hanya tersisa 7,5 persen. Hal ini membuat kabupaten Balangan berhasil meraih peringkat II dalam pelaksanaan aksi konvergensi pecegahan dan percepatan penurunan stunting tingkat provinsi Kalsel.
“Seperti yang sering dilontarkan Pak Bupati bahwa stunting di Kabupaten Balangan kalau tidak nomor satu, ya nomor dua di Kalsel,” ujar Ketua Komisi II DPRD Balangan Hj Sri Huriyati Hadi, baru-baru tadi.
Menurut Srikandi PPP, pemerintah daerah dan segenap elemen masyarakat harus bekerja keras untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Balangan. Katanya, untuk memberantas stunting tidak bisa hanya dipasrahkan kepada pemerintah daerah atau instansi tertentu namun juga tanggung jawab segenap elemen masyarakat.
“Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tugas kita semua, tugas segenap elemen masyarakat,” tambahnya.
Istri orang nomor satu di Balangan itu mengungkapkan, banyak faktor yang berkontribusi bagi terjadinya stunting, mulai dari kurangnya asupan gizi, pernikahan dini, perlakuan orang tua, dan sebagainya. Karena itu, pencegahan sunting mesti melibatkan banyak pihak.
“Jadi stunting bukan semata-mata persoalan gizi yang kurang bagi balita, tapi banyak hal,” jelas Sri.
Dia juga mengingatkan bahwa persoalan stunting bukan hal yang sepele. Sebab, stunting akan mengganggu pertumbuhan secara normal si penderita. Selain itu, dalam jangka panjang pasti menghambat tercapainya cita-cita bangsa, yaitu Indonesia emas tahun 2045.
“Indonesia emas adalah Indonesia yang maju, dan bebas dari stunting,” tegasnya.
Karena itu, Sri berharap agar sosialisasi pencegahan stunting semakin digencarkan dengan harapan timbulnya kesadaran masyarakat bahwa betapa pentingnya bebas dari stunting.
“Kesadaran masyarakat itu penting, usaha pemerintah juga penting untuk mengurangi angka stunting,” pungkasnya. (jnd/KPO-1)














