Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tapin

PKK Tapin Dorong Penguatan TPK untuk Percepatan Penurunan Stunting

×

PKK Tapin Dorong Penguatan TPK untuk Percepatan Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
Hal 12 Tapin 35 klm
KETUA TP PKK TAPIN - Hj Faridah membuka kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk percepatan Penurunan Stunting di Kab Tapin. (KP/Ist)

Rantau, KP — Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tapin kembali diperkuat melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang digelar Selasa (9/12/2025). Berlangsung Di Sekretariat PKK Tapin.

Ketua TP PKK Tapin, Hj. Faridah Yamani, menegaskan pentingnya konsistensi kerja di tingkat lapangan agar capaian positif selama empat tahun terakhir dapat terus dipertahankan.

Kalimantan Post

Dalam sambutannya, Faridah menyampaikan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius yang berdampak panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Karena itu, peran TPK sebagai garda terdepan menjadi sangat krusial.

“TPK menjalankan deteksi dini, edukasi, konseling hingga memfasilitasi rujukan bagi keluarga berisiko stunting. Ini pekerjaan yang menuntut ketekunan dan ketelitian,” ujarnya.

Kabupaten Tapin mencatat penurunan signifikan kasus stunting dalam empat tahun terakhir. Pada 2021, prevalensi stunting berada di angka 33,5%, turun drastis menjadi 14,5% pada 2022, menempatkan Tapin sebagai kabupaten dengan prevalensi stunting terendah di Kalimantan Selatan.

Penurunan berlanjut hingga 2023 menjadi 14,4% dan kembali membaik pada 2024 berdasarkan SSGI, yakni 13,2%—terendah di provinsi. Atas capaian tersebut, Tapin menerima penghargaan dari Gubernur Kalsel pada 2025 sebagai Juara 1 kinerja konvergensi stunting.

Tapin juga menjadi rujukan pembelajaran, dibuktikan dengan kunjungan studi komparasi dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan pada 3 Desember lalu.

Faridah mengapresiasi kerja para kader TPK yang terdiri dari kader PKK, kader KB, dan bidan desa.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para kader. Tantangan kita ke depan adalah bagaimana menjaga agar angka stunting terus turun hingga di bawah 10% pada 2029. Saya optimistis target itu bisa dicapai,” tegasnya.

Monev kali ini berfungsi mengukur efektivitas program pendampingan keluarga, sekaligus mengidentifikasi hambatan serta praktik baik di lapangan. Faridah menekankan fokus intervensi harus diarahkan pada pencegahan stunting baru, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Baca Juga :  Bupati H Yamani Tinjau Banjir Rob di Sejumlah Kecamatan, Salurkan Bantuan dan Serap Aspirasi Warga

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas P2KBP3A Tapin yang menginisiasi kegiatan ini.

“Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai langkah nyata menuju Tapin sehat dan bebas stunting, sekaligus menyiapkan generasi emas 2045,” ajaknya.

Turut hadir pembukaan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Hj Fauziah, Perwakilan Dinas Kesehatan Tapin dan Jajaran Tim Penggerak PKK Tapin. (abd/K-6)

Iklan
Iklan