Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Sebanyak 10 Kecamatan di Aceh Tamiang Belum Bisa Diakses Bantuan

×

Sebanyak 10 Kecamatan di Aceh Tamiang Belum Bisa Diakses Bantuan

Sebarkan artikel ini
IMG 20251201 WA0023
Ilustrasi: Sejumlah warga mulai mengevakuasi barang-barang setelah banjir setinggi 1 meter lebih merendam permukiman penduduk di kawasan perumahan Desa Bundar, Karang Baru, Aceh Tamiang, Rabu (26/11/2025). (Antara)

BANDA ACEH, Kalimantanpost.com –
Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak bencana hidrometeorologi baru dua kecamatan yang dapat diakses untuk pendistribusian bantuan.

“Saat ini kita belum bisa menjangkau seluruh kecamatan, karena masih terendam air dan jalan yang dilalui juga ada yang tertimbun longsor,” kata Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi yang dihubungi di Banda Aceh, Senin (1/12/2025)

Kalimantan Post

Ia menjelaskan bantuan yang telah disalurkan baru ke dua kecamatan yakni Kuala Simpang, Karang Baru, dan sebagian Kecamatan Rantau. Sementara kecamatan lainnya belum bisa dijangkau.

Bupati menyebutkan ada sepuluh kecamatan lainnya yang belum bisa diakses karena masih terendam banjir, meskipun dalam dua hari terakhir kondisi cuaca cerah dan tidak ada hujan.

Ia mengatakan yang paling dibutuhkan saat ini adalah bantuan bagi para masyarakat yang terdampak bencana adalah beras, air bersih, makanan cepat saji, makan bayi, dan lauk pauk.

“Saat ini seluruh masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang membutuhkan bantuan dan kami terus berkomunikasi dengan pemerintah provinsi dan juga pemerintah pusat agar bantuan dapat segera dikirim ke Aceh Tamiang,” kata Bupati Armia Fahmi.

Ia mengatakan bantuan yang dibutuhkan tersebut dapat dikirim via laut, karena jika menggunakan jalur transportasi darat belum bisa ditempuh mengingat masih banyaknya hambatan dalam distribusi jalur darat.

Baca juga: Mendagri: Penanganan bencana di Sumatera sudah jadi perhatian nasional

“Kami sudah menerima juga bantuan dari BNPB yang dikirim dari jalur udara dan kami berharap bantuan tambahan dapat terus dikirim ke Aceh Tamiang, baik jalur udara dan jalur laut,” kata Armia Fahmi.

Pihaknya terus upaya melakukan penanganan pasca-bencana antara lain dengan membangun posko di tempat masyarakat berkumpul dan membangun dapur umum agar dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat.

Baca Juga :  IKN dan Astana, Sinergi Akademisi dan Pemerintah Mewujudkan Kota Berkelanjutan

“Sekali lagi kami berharap agar bantuan dapat sesegera didistribusikan ke Aceh Tamiang,” katanya.

Ia menambahkan data sementara ada 10 korban jiwa dalam musibah banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan