BANJARMASIN Kalimantan Post.com – Setidaknya ada tujuh kali pertemuan pata tokoh nasyarakat dan generasi muda pada dua Kabuaten di Kalimantan Selatan (Kalsel), serap sosialisasi ‘4 Pilar’ Kebangsasan.
Yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika), yang mendapat apresiasi tinggi karena dianggap penting untuk memperkuat karakter bangsa di era globalisasi
Semua dilakukan anggota DPR RI, Pangeran Khairul Saleh, yag mengandeng narasumbernya Ustaz H Harni Arrasyid, di Pendopo Ramin Banjarmasin, sejak Selasa (23/12/2025) dan Rabu (24/12/2025).
Dimana tukoh masyarakat dan generasi muda dari Sungai Rangas Hambuku, Kabupaten Banjar.
Dari Kecamatan Mandastana, Kecamatan Tatah Makmur dan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Kemudian dari Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Dengan 4 pilar dapat merekatkan kesatuan dan persatuan bangsa,” ucap Pangeran Khairul Saleh.
Dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif menjadi daya tarik utama untuk mendorong pemahaman peserta.
Menekankan peran vital pemuda dalam menjaga nilai-nilai luhur ini melalui penguatan moral dan bijak bermedia sosial.
Dipaparkan, ‘4 Pilar’ kebangsaan Indonesia dapat merekatkan kesatuan dan persatuan bangsa.
Dengan cara merekatkan Kesatuan dan PersatuanMenghayati nilai-nilai luhur, diamana ‘4 Pilar’ menekankan nilai-nilai luhur seperti keadilan, kesederhanaan, dan gotong royong.’
Mengajarkan untuk menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Membangun kerja sama dan gotong royong dalam mencapai tujuan bersama. Membantu mengatasi konflik dan kesulitan dengan cara yang damai dan harmonis.
“Dengan demikian, ‘4 Pilar’ dapat menjadi landasan yang kuat untuk merekatkan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia,” sambung Ustaz H Harni Arrasyid SH.
Ia sebut pula menegakkan keadilan dan kejujuran adalah akhlak dan etika yang sangat tinggi.
“Karena keduanya menjadi landasan utama dalam membangun kepercayaan, integritas, dan moralitas individu maupun masyarakat, serta menjadi prinsip dasar penegakan hukum yang adil dan benar.
Mencerminkan kesesuaian antara perkataan dan perbuatan dengan kebenaran serta nilai-nilai luhur,” papar, Pangeran Khairul Saleh
Disampaikan, Keadilan berarti menghargai hak orang lain dan tidak mengambil hak yang bukan milik kita.
Keadilan juga menciptakan kesetaraan dan tidak ada diskriminasi dalam masyarakat. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem dan institusi.
Sedangkan kejujuran sambung Ustaz H Harni Arrasyid SH, berarti mengatakan kebenaran dan tidak berbohong.
“Kejujuran meningkatkan integritas dan kredibilitas seseorang. Menciptakan hubungan yang sehat dan harmonis dalam masyarakat,” sampainya.
Dengan demikian katanya lagi, menegakkan keadilan dan kejujuran adalah penting untuk menciptakan masyarakat yang adil, harmonis, dan sejahtera.
Diskusi jadi menarik, lebih hidup dan efektif dengan adanya interaksi dua arah. Karena ini mengubahnya dari sekadar ceramah satu arah menjadi pertukaran ide, membangun pemahaman bersama, memicu pemikiran kritis, dan membuat peserta merasa lebih terlibat aktif.
Disebut lagi, ‘4 Pilar’ interaksi tepat untuk perubahan moral Bangsa. Karena nilai-nilai luhurnya menjadi panduan perilaku, membentuk karakter, memperkuat persatuan, dan membangun fondasi kehidupan berbangsa yang berlandaskan nilai agama, hukum, dan budaya.
“Sehingga mendorong masyarakat bertindak adil, toleran dan sejahtera,” sampai Anggota Pangeran Khairul Saleh.
Disampaikan interaksi ‘4 Pilar’ yakni Pancasila, menekankan nilai-nilai moral dan etika, seperti keadilan, kesederhanaan, dan gotong royong.
UUD 1945, menghormati dan mematuhi konstitusi sebagai landasan hukum negara. NKRI, menghargai dan mempertahankan keutuhan wilayah dan bangsa Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika, menghayati dan mengamalkan semboyan persatuan dan kesatuan.
Kemudian menyangkut perubahan moral Bangsa, dimana ‘4 Pilar’ dapat meningkatkan kesadaran moral bangsa tentang pentingnya nilai-nilai luhur.
Dapat membantu membangun karakter bangsa yang berakhlak mulia serta mengatasi tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh bangsa.
Lainnya sampaikan “murah senyum dan tatakrama’, yang memang sangat relevan untuk dibicarakan.
Murah senyum dan tatakrama dapat membantu meningkatkan hubungan antar masyarakat dan menciptakan suasana yang harmonis,” sambung Ustaz H Harni Arrasyid SH.
Digambarkannya, murah senyum dapat meningkatkan kedekatan dan kerekatan antar masyarakat. Menciptakan yang harmonis dan menyenangkan dan mengurangi konflik dan kesulitan.
Kemudian soal tatakrama, mengajarkan untuk menghormati orang lain dan menghargai perbedaan. Dapat meningkatkan kesopanan dan etika dalam berinteraksi, menciptakan suasana yang baik dan harmonis dalam masyarakat.”Dan dalam rumah tangga, baik terhadap orang tua yg lebih tua atau terhadap yang muda,” saampainya.
Dengan demikian, murah senyum dan tatakrama dapat menjadi bagian penting dalam sosialisasi ‘4 Pilar’ untuk meningkatkan hubungan antar masyarakat dan menciptakan suasana yang harmonis.
“Inti semuanya untuk meningkatkan hubungan antar masyarakat dan menciptakan harmoni, kuncinya adalah toleransi, komunikasi efektif, dan gotong royong.
Melalui tindakan nyata seperti saling menghargai perbedaan, bersikap sopan, aktif berinteraksi, serta berpartisipasi dalam kegiatan bersama untuk membangun rasa kebersamaan dan saling percaya, didukung oleh peran tokoh masyarakat,” ucapnya.
Pangeran Khairul Saleh juga menyoroti sifat gotong royong.”Harus kita miliki sebagai Bangsa Indonesia”,” ucapnya.
Gotong royong adalah salah satu nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, yaitu sila ke-3 “Persatuan Indonesia”.
Merupakan semangat untuk bekerja sama, saling membantu, dan berbagi dalam mencapai tujuan bersama,” ucapnya.
Digambarkan pentingnya gotong royong yakni membantu membangun persatuan dan kesatuan bangsa.
Dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kerja sama dan saling membantu.
Membantu mengatasi tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat. Disebut, gotong royong di desa, bagi masyarakat bekerja sama membersihkan lingkungan, memperbaiki jalan, dan lain-lain.
Di sekolah, siswa dan guru bekerja sama membersihkan sekolah, mengadakan kegiatan sosial, dan lain-lain.”Intinya gotong royong di masyarakat bekerja sama mengadakan acara sosial, membantu korban bencana, dan lain-lain,” ujarnya.
Lainnya pula [endidikan dan bimbingan moralitas bangsa memang sangat penting untuk membentuk karakter dan akhlak anak bangsa.
Dengan demikian, mereka dapat menjadi generasi yang berakhlak mulia, berintegritas, dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ucap Pangeran Khairul Saleh, Bupati Banjar dua periode yakni 2010-2015 dan 2015-2020.
Dipaparkan, aspek pendidikan formal, memasukkan pendidikan moralitas dalam kurikulum sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Pendidikan non-formal, mengadakan kegiatan pendidikan moralitas di luar sekolah, seperti di masjid, gereja, dan organisasi masyarakat.
“Orang tua harus menjadi contoh dan memberikan bimbingan moralitas kepada anak-anak mereka,” tambah Ustaz. H Harni Arrasyid SH. (KPO-2)














