Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Warga Terisolir di Aceh Tengah Sudah tak Sanggup, Minta Akses Desa Dibuka

×

Warga Terisolir di Aceh Tengah Sudah tak Sanggup, Minta Akses Desa Dibuka

Sebarkan artikel ini
IMG 20251221 WA0035
Pengendara sepeda motor melintasi jalan negara Bireuen-Takengon yang amblas di Bireuen, Aceh, Senin (15/12/2025). (Antara)

ACEH TENGAH, Kalimantanpost.com – Warga Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah meminta pemerintah segera membuka akses jalan di desa mereka karena hingga hari ini masih terisolir pascabencana.

“Sudah 25 hari, kami sudah tidak sanggup,” kata salah seorang warga Kampung Jamat, Sertalia, di Aceh Tengah, Sabtu (20/12/2025).

Kalimantan Post

Kampung Jamat merupakan salah satu desa terisolasi di Aceh Tengah pascabencana banjir dan longsor tiga pekan lalu. Akses jalan menuju desa ini putus total.

Warga desa berharap agar akses jalan di desa mereka bisa segera pulih dan meminta pemerintah dapat merespon lebih cepat dan tanggap.

“Kami di sini banyak yang sudah kelaparan. Kami bukan mau ngemis, tapi tolong buka akses jalan kami, agar kami bisa berusaha,” ujar Sertalia.

Dirinya menuturkan, sudah tiga pekan berlalu pascabencana, belum juga ada upaya perbaikan dan pemulihan oleh pemerintah untuk desa mereka.

Menurutnya, kondisi warga desa juga makin sulit dan mulai kehabisan bahan pangan, obat-obatan, serta kebutuhan pokok lainnya untuk bertahan hidup.

Sementara, bantuan logistik yang pernah diterima warga desa, kata Sertalia, jumlahnya sangat terbatas dan masih jauh dari kata cukup.

“Tenaga kami sudah habis untuk gotong royong, buat tenda pengungsian, ngumpulin harta benda yang masih bisa dipakai, buka jalan, buat jembatan,” katanya.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor tiga pekan lalu membuat empat desa di wilayah Kemukiman Wih Dusun Jamat hilang. Diantaranya Kampung Jamat, Kute Reje, Delung Sekinel, dan Kampung Reje Payung.

“Sebanyak 120 KK dari empat desa ini sekarang tinggal di pengungsian, desa sudah berubah jadi aliran sungai dan tersapu banjir bandang,” ujar Sertalia. (Ant/KPO-3)

Baca Juga :  Pemko Banjarmasin Dukung Perluasan Digitalisasi Bansos Nasional 2026

Iklan
Iklan