BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun meninggal dunia akibat tenggelam di sungai di Jalan Manggis Gang Taufik RT 14 Banjarmasin Timur, Minggu (11/1/2025) siang.
Korban bernama Rakaan Muhamad Fahid merupakan anak panti asuhan Ashabul Yamin tak terselamatkan, meski sempat di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalsel
Menurut keterangan pengurus panti, korban dititipkan ke panti asuhan karena sudah tidak diurus lagi oleh orang tuanya.
Sementara keterangan korban sebelumnya berenang di sungai bersama teman-temannya.
Namun, korban tidak kunjung muncul ke permukaan air. Teman-teman korban kemudian berteriak meminta tolong, sehingga mengundang perhatian warga sekitar.
Saksi bernama Amin (50) yang mendengar teriakan tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Namun, setelah dilakukan tindakan medis, pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 12.07 Wita.
Terkait informasi tersebut piket gabungan dari Polsek Banjarmasin Timur, Sat Polairud Polresta Banjarmasin, serta Sat Reskrim Polresta Banjarmasin (Unit Identifikasi) telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan bahan keterangan, serta pemeriksaan saksi-saksi.
Berdasarkan informasi awal korban diduga tidak memiliki kemampuan berenang.
Kasat Polairud Polresta Banjarmasin Kompol Dading Kalbu Adhie membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Kami menerima laporan adanya anak tenggelam. Anggota langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.
Untuk diketahui pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan meminta agar korban segera dimakamkan,
Dalam hal ini Dading mengimbau masyarakat agar lebih waspada terlebih kondisi air pasang.
“Kami mengimbau kepada orang tua, pengasuh, dan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain atau beraktivitas di sekitar sungai, guna mencegah terulangnya kejadian serupa,” katanya.(yul/KPO-3)














