Banjarbaru, KP – Tahun anggaran 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Banjarbaru. Di tengah penurunan dana transfer dari pemerintah pusat, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga mutu pelayanan publik agar tidak terdampak pengetatan anggaran.
APBD Kota Banjarbaru Tahun 2026 disepakati sebesar Rp1,145 triliun, turun cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang menyusut hingga Rp349,98 miliar atau sekitar 36 persen dibandingkan 2025.
“Situasi ini tidak hanya dialami Banjarbaru, tapi hampir semua daerah. Yang terpenting, bagaimana kita menyikapinya dengan bijak tanpa mengorbankan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Erna Lisa.
Ia menjelaskan, meski ruang fiskal semakin sempit, sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap menjadi prioritas. Layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, serta layanan darurat tetap dijaga agar berjalan optimal.
“Efisiensi itu wajib, tapi jangan sampai mengurangi kualitas layanan. Setiap OPD harus fokus pada hasil kerja yang nyata dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” kata Erna Lisa.
Dari sisi pendapatan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banjarbaru pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp438,5 miliar. Angka ini diharapkan dapat menjadi penopang utama di tengah menurunnya dana transfer pusat. Sementara itu, belanja daerah direncanakan sebesar Rp1,305 triliun, sehingga muncul defisit Rp160,3 miliar yang akan ditutup melalui pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).
Menurut Erna Lisa, kondisi ini justru menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola anggaran agar lebih efektif dan tepat sasaran. Pemerintah kota juga terus mendorong inovasi layanan, salah satunya dengan menyiapkan sistem layanan darurat terpadu melalui satu nomor panggilan.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Justru ini saatnya kita bekerja lebih cerdas, lebih efisien, dan lebih kolaboratif,” ujarnya.
Ia optimistis, dengan pengelolaan anggaran yang disiplin, dukungan DPRD, serta partisipasi masyarakat, Banjarbaru tetap mampu melaju menuju visi Banjarbaru EMAS—Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera.(Dev/K-7)














