Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Antisipasi Radikalisme Sejak Dini, Densus 88 Ngopi Bareng Insan Pers

×

Antisipasi Radikalisme Sejak Dini, Densus 88 Ngopi Bareng Insan Pers

Sebarkan artikel ini
IMG 20260115 WA0036
RADIKALISME - Densus 88 bersama jurnalis Ngopi Bareng dalam rangka antisipasi dan pencegahan radikalisme, di Palangka Raya. (Kalimantanpost.com/darity).

PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Antisipasi dan mencegah radikalisme sejak usia dini menjadi perhatian serius Tim Densus 88 Antiteror Polda Kalimantan Tengah.

Salah satu langkah antisipasi cegah tengkal dilakukan melalui diskusi santai bertajuk ngopi bareng insan pers. Densus 88 bersama jurnalis di Palangka Raya membahas pentingnya menangkal paham radikal dan kekerasan sadistis pada anak, Kamis (15/1/2025).

Kalimantan Post

Kegiatan yang digelar di Sekretariat Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Kalimantan Tengah ini diinisiasi SPRI Kalteng dan dihadiri perwakilan organisasi kewartawanan serta insan pers dari berbagai media cetak dan daring di Palangka Raya.

Ketua SPRI Kalteng Muhamad Sidik, melalui Sekretaris SPRI Kalteng Rizaldi, menegaskan, pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang strategis untuk membangun kesadaran kolektif menghadapi ancaman radikalisme di era digital.

“Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk seremoni, tetapi untuk membicarakan sebuah benteng. Di tengah derasnya arus informasi tanpa batas, paham-paham yang dapat memecah belah bangsa kerap masuk tanpa disadari menyelinap melalui media sosial, ruang diskusi, bahkan lingkungan terdekat kita,” ujarnya.

Dijelaskan, tema “Menangkal Radikalisme Sedini Mungkin” dengan materi deteksi dini dan strategi pencegahan di era digital merupakan panggilan mendesak bagi semua pihak, khususnya insan pers.

Dikemukakan, radikalisme bukan hanya soal tindakan, tetapi pola pikir. Karena itu, pencegahan sejak dini adalah langkah paling krusial.

“Tujuan kegiatan ini untuk mempertajam kepekaan kita dalam mendeteksi ancaman serta memperkuat literasi, agar pers tidak hanya menjadi penonton, melainkan garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI, khususnya di Bumi Tambun Bungai,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Antiteror Polda Kalteng, Ganjar Satriyono, menyambut positif terselenggaranya diskusi tersebut.

Baca Juga :  Bahas Raperda Penanaman Modal, Pansus Dewan dan Pemprov Kalteng Rapat Gabungan

Menurutnya, peran media sangat penting dalam upaya pencegahan radikalisme di masyarakat.

“Kami siap membantu mensosialisasikan langkah-langkah pencegahan terhadap paham radikalisme dan tindakan yang tidak selaras dengan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan,” ujar Ganjar.

Ia juga berharap sinergi antara aparat penegak hukum dan insan pers di Kalteng terus terjalin secara berkelanjutan.

“Kita tidak bisa bergerak sendiri. Karena itu, kami membutuhkan peran rekan-rekan media untuk menyosialisasikan bahaya radikalisme. NKRI adalah harga mati,” harapnya. (drt/ist/KPO-4).

Iklan
Iklan