YOGYAKARTA, Kalimantanpost.com – Tim Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dari lintas program studi dan lintas fakultas berhasil meraih Juara II National Essay Competition dalam ajang Lawphoria 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada periode 12 Desember 2025 hingga 21 Januari 2026.
Tim ini beranggotakan Muhammad Naufal (Program Studi Teknik Lingkungan), Muhammad Ihsan (Program Studi Kehutanan), dan Ahmad Helmi Yasir (Program Studi Statistika).
Ketiganya berkolaborasi menghadirkan karya berjudul “SPATIAL-LEX”, sebuah model transformasi hukum lingkungan berbasis analisis spasial yang mengintegrasikan ilmu statistika, teknik lingkungan, dan kehutanan untuk menjawab persoalan deforestasi dan banjir di Indonesia.
Muhammad Naufal menjelaskan, ide tersebut lahir dari keinginan tim untuk menghadirkan solusi lintas keilmuan yang aplikatif.
“Kami membuat karya bernama SPATIAL-LEX, yaitu analisis berbasis spasial untuk membantu menyelesaikan permasalahan deforestasi dan banjir di Indonesia,” ujarnya menceritakan pengalaman pertama mengikuti lomba esai nasional.
“Ini sangat membanggakan bisa membawa nama ULM ke tingkat nasional,” ungkapnya.
Karya SPATIAL-LEX dinilai menawarkan pendekatan inovatif karena tidak hanya membahas isu lingkungan dari sisi teknis, tetapi juga mengaitkannya dengan transformasi hukum berbasis data spasial.
Muhammad Ihsan menuturkan bahwa kolaborasi lintas disiplin menjadi kekuatan utama tim.
“SPATIAL-LEX kami rancang sebagai model transformasi hukum lingkungan berbasis statistika dan analisis spasial yang dikolaborasikan dengan teknik lingkungan dan kehutanan,” jelasnya.
Diharapkan, model ini dapat membantu proses perumusan dan evaluasi regulasi lingkungan di Indonesia.
Capaian ini semakin istimewa mengingat waktu persiapan yang sangat terbatas. Tim baru mengetahui informasi lomba pada awal Januari 2026 dan harus menyelesaikan penulisan esai hanya dalam waktu sekitar empat hari.
Setelah dinyatakan lolos sebagai finalis, mereka kembali dihadapkan pada tantangan persiapan presentasi dengan waktu yang sangat singkat.
Ahmad Helmi Yasir menambahkan, keterbatasan waktu justru menguatkan solidaritas tim.
“Prosesnya sangat menantang karena deadline yang singkat. Kami mengorbankan waktu tidur dan bekerja dari siang hingga malam. Tapi dari situ terbentuk kerja sama tim yang solid dan kreativitas kepenulisan yang meningkat,” tuturnya. (adv/lyn/KPO-4)















