BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi, menyampaikan klarifikasi terkait video pernyataannya yang sempat ramai beredar dan memicu reaksi warga Alalak, Kota Banjarmasin.
Ia menegaskan, maksud dari pernyataan tersebut murni untuk mendorong perbaikan dan penataan lingkungan Sungai Alalak, bukan untuk menutup usaha masyarakat yang telah berlangsung turun-temurun.
Hal itu disampaikan Bahrul Ilmi saat mengunjungi langsung warga Alalak. Ia menjelaskan, kondisi lingkungan sungai yang tidak tertata menjadi salah satu faktor penyebab banjir yang kerap terjadi, sehingga perlu ada perhatian serius dari semua pihak.
“Perlu saya luruskan, tidak ada niat sedikit pun untuk menutup usaha masyarakat. Tujuan saya semata-mata untuk memperbaiki lingkungan Sungai Alalak agar lebih bersih dan mampu mengurangi risiko banjir,” ujar Bahrul Ilmi.
Menurutnya, persoalan Sungai Alalak merupakan persoalan lingkungan yang harus ditangani secara teknis dan terukur. Karena itu, penanganannya telah diserahkan kepada Balai Wilayah Sungai Kalimantan III sebagai instansi yang memiliki kewenangan dan memiliki kajian teknis terkait pengelolaan sungai.
“Penanganan sungai sudah kami serahkan ke Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Mereka yang akan melakukan kajian dan langkah teknis sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.
Bahrul Ilmi pun menegaskan, upaya penataan lingkungan sungai tidak boleh mengorbankan kehidupan masyarakat.
Ia mengaku memahami bahwa di sepanjang Sungai Alalak terdapat aktivitas ekonomi warga yang telah berlangsung lama dan menjadi sumber penghidupan banyak keluarga.
“Usaha masyarakat itu sudah ada sejak lama dan menjadi mata pencaharian. Itu tidak boleh dimatikan. Lingkungan harus diperbaiki, tapi ekonomi rakyat juga harus tetap berjalan,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa kunjungannya ke Alalak merupakan bentuk itikad baik pemerintah daerah untuk berdialog dan mendengar langsung aspirasi warga, sekaligus meluruskan kesalahpahaman yang berkembang akibat potongan pernyataan di media sosial.
Bahrul Ilmi berharap, polemik yang terjadi dapat disikapi secara bijak dan diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, pemerintah kota, instansi teknis, dan masyarakat, demi kepentingan bersama.
“Kita ingin Sungai Alalak bersih, lingkungan terjaga, dan masyarakat aman dari banjir, tanpa mengorbankan mata pencaharian warga,” pungkasnya. (sfr/KPO-4)














