Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Martapura

Banjar Turunkan Status Transisi Darurat Menuju Pemulihan

×

Banjar Turunkan Status Transisi Darurat Menuju Pemulihan

Sebarkan artikel ini
Hal 4 4 KLm Martapura Rakor Penanganan banjir
RAKOR PENANGANAN BANJIR - Pemkab Banjar menggelar rakor penanganan banjir dipimpin Sekda Yudi Andrea. (KP/Wawan)

Martapura, KP – Guna memperkuat sinergi lintas sektor untuk mengantisipasi dan menangani dampak banjir di sejumlah wilayah, Pemkab Banjar menggelar rapat koordinasi penanganan banjir, di Aula Mini Barakat, Martapura, Sabtu (17/01/2026).

Dipimpin Sekdakab H Yudi Andrea dan dihadiri pimpinan serta perwakilan SKPD terkait, diantaranya BPBD, DPMD, Dinsos P3AP2KB, Dinkes, Distan, DPKP, DKISP, BPKPAD serta instansi terkait lainnya.

Kalimantan Post

Sekda Yudi Andrea mengatakan, berdasarkan kondisi di lapangan, debit air di sejumlah wilayah mulai mengalami penurunan. Saat ini, delapan kecamatan masih terdampak dengan kategori debit air sedang hingga tinggi, sementara dua kecamatan lainnya, yakni Gambut dan Kertak Hanyar menunjukkan tren penurunan debit air.

“Kondisi pengungsi juga sudah banyak kembali ke rumah masing-masing. Lokasi pengungsian yang kita fasilitasi di Sungai Tabuk dan Aula Dinas Pendidikan saat ini sudah ditutup karena pengungsi telah kembali,” ujarnya.

Yudi menjelaskan, seiring menurunnya debit air, sejumlah dapur umum telah ditarik, khususnya di wilayah Sungai Tabuk. Meski demikian, pemerintah daerah tetap menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung desa-desa yang masih membuka dapur umum secara mandiri.

Terkait status kebencanaan, Yudi menyebut, Kabupaten Banjar saat ini menetapkan status Transisi Tanggap Darurat Menuju Pemulihan, berlaku mulai Senin 19 Januari 2026.

“Berdasarkan pengalaman banjir tahun 2021, masa transisi dapat berlangsung hingga tiga bulan dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan,” katanya.

Pasca banjir, Sekda juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi peningkatan kasus penyakit, seperti diare, penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Jika mengalami gangguan kesehatan, masyarakat diminta segera melapor ke puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan terdekat,” imbaunya.

Kalak BPBD Wasis Nugraha menambahkan, delapan kecamatan yang masih mengalami genangan dengan kategori sedang hingga tinggi meliputi Martapura, Astambul, Martapura Timur, Martapura Barat, Sungai Tabuk dan Cintapuri Darussalam.

Baca Juga :  Peringatan Isra Mi'raj, Bupati Tekankan Solidaritas Sosial

“Adapun wilayah kategori genangan rendah, berada di Kelurahan Gambut serta Kecamatan Kertak Hanyar, meliputi Desa Simpang Empat, Kelurahan Kertak Hanyar I dan II,” tandasnya. (Wan/K-5)

Iklan
Iklan