MARTAPURA, Kalimantanpost.com – Banjir masih menggenangi sejumlah permukiman warga di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Pemerintah Kabupaten Banjar turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
Bupati Banjar H. Saidi Mansyur meninjau langsung wilayah terdampak banjir. Dari sekitar 22 desa yang terdampak, Desa Pasar Jati dan Desa Jati Baru menjadi wilayah dengan dampak paling luas akibat tingginya genangan air.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga Desa Pasar Jati. Sementara bantuan untuk Desa Jati Baru disalurkan secara estafet melalui aparat setempat karena kondisi wilayah yang masih tergenang dan berdekatan.
“Dua desa ini merupakan yang paling besar terdampak, meskipun pada dasarnya seluruh desa di Astambul terkena dampak banjir,” ujar Saidi Mansyur.
Ia menjelaskan, di wilayah Astambul Seberang kondisi air mulai berangsur surut dengan ketinggian genangan berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter. Cuaca cerah diharapkan dapat membantu mempercepat surutnya genangan air.
Meski demikian, Saidi Mansyur mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya di wilayah rawan banjir. Menurutnya, banjir yang terjadi merupakan siklus tahunan akibat curah hujan tinggi yang pada tahun ini terjadi dua kali, yakni pada Januari dan Desember.
Menanggapi kebutuhan warga terkait air bersih untuk memasak, Pemerintah Kabupaten Banjar berkomitmen berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PDAM, guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Jika diperlukan, distribusi air bersih akan dilakukan.
Terkait potensi banjir susulan di wilayah hilir seperti Desa Mungguraya, Bupati menyebutkan bahwa kenaikan air bervariasi dari wilayah hulu ke hilir. Desa Mungguraya diperkirakan menjadi salah satu wilayah dengan genangan terlama.
Pemerintah Kabupaten Banjar juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir. BPBD bersama Dinas Sosial P3AP2KB diminta memaksimalkan penyaluran logistik serta membuka dapur umum di sejumlah titik yang membutuhkan
Untuk penanganan pascabanjir, Dinas Pekerjaan Umum diminta melakukan pendataan dampak banjir, termasuk kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur. Berdasarkan data sementara, banjir tidak hanya melanda enam hingga tujuh kecamatan, tetapi mencapai 16 kecamatan dengan tingkat genangan berbeda-beda.
Melalui koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, camat, dan kepala desa, Pemerintah Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan sosial, menjaga keamanan, serta memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir. (sfr/KPO-4)














