Penulis: M. Irwan Saputra
2409010026
Mahasiswa M.I.KOM Uniska Banjarmasin
BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir di sejumlah wilayah. Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin menjadi daerah yang terdampak cukup parah, dengan genangan air merendam permukiman warga, jalan lingkungan, hingga fasilitas umum.
Di Kabupaten Banjar, banjir merendam sejumlah kecamatan, di antaranya Sungai Tabuk. Di Desa Keramat dan sekitarnya, air sungai meluap dan menggenangi rumah warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari mata kaki hingga lutut orang dewasa. Aktivitas warga pun terganggu, sebagian memilih bertahan di rumah, sementara lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sementara itu, di Kota Banjarmasin, banjir juga terjadi di sejumlah kawasan permukiman padat penduduk. Genangan air menutup akses jalan, menyulitkan mobilitas warga, dan mengganggu aktivitas ekonomi. Di beberapa titik, air bertahan cukup lama karena sistem drainase tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi.
Bagi warga terdampak, banjir bukan sekadar peristiwa alam, melainkan ujian kehidupan yang datang berulang. Air bersih menjadi sulit didapat, perabot rumah tangga terendam, dan penghasilan harian ikut terhenti. Anak-anak harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang tidak sehat, sementara orang tua berupaya menjaga keluarga dari ancaman penyakit.
Tingginya curah hujan menjadi penyebab utama meluapnya sungai dan genangan di wilayah perkotaan. Namun, kondisi ini juga diperparah oleh pendangkalan sungai, tersumbatnya aliran air, serta minimnya daerah resapan. Kombinasi faktor tersebut membuat banjir kerap terjadi dan sulit cepat surut.
Di tengah kondisi sulit, kepedulian dari berbagai pihak mulai mengalir. Bantuan kemanusiaan berupa makanan siap saji, minuman, serta kebutuhan pokok disalurkan kepada warga terdampak, baik di Kabupaten Banjar maupun di Banjarmasin. Kehadiran relawan dan berbagai elemen masyarakat menjadi penguat semangat warga untuk bertahan.
Banjir yang melanda dua wilayah ini kembali menjadi peringatan penting bagi Kalimantan Selatan. Penanganan darurat harus berjalan beriringan dengan solusi jangka panjang, seperti normalisasi sungai, pembenahan drainase, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, agar banjir tidak terus menjadi peristiwa tahunan.
Di tengah genangan air yang belum sepenuhnya surut, warga Banjar dan Banjarmasin hanya berharap satu hal sederhana: hujan segera reda, air segera turun, dan kehidupan bisa kembali berjalan normal tanpa harus terus dihantui banjir setiap musim hujan.













