Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Banjir Rob Rendam Puluhan Sekolah, Disdik Banjarmasin Berlakukan PJJ Fleksibel

×

Banjir Rob Rendam Puluhan Sekolah, Disdik Banjarmasin Berlakukan PJJ Fleksibel

Sebarkan artikel ini
IMG 20260105 WA0042 1

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Intensitas hujan yang tinggi disertai pasang air sungai kembali memicu banjir rob di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas belajar mengajar, terutama di kawasan Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur.

Menyikapi situasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi satuan pendidikan yang terdampak sekaligus memastikan langkah penyesuaian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Kalimantan Post

Dalam peninjauan tersebut, Ryan menyambangi satu Sekolah Dasar dan lima Sekolah Menengah Pertama yang berada di dua wilayah dengan genangan terparah. Dari hasil pantauan, kondisi banjir di setiap sekolah bervariasi, mulai dari air yang menggenang di halaman hingga masuk ke ruang kelas.

“Di beberapa titik airnya masih di teras, tapi ada juga yang sudah menghambat aktivitas di dalam kelas, yang cukup menjadi perhatian, airnya tidak cepat surut,” ujar Ryan saat meninjau sekolah terdampak, Minggu (4/1/2026).

Berdasarkan laporan sementara dari kepala sekolah di lima kecamatan, banjir rob kali ini berdampak pada 50 satuan pendidikan. Rinciannya terdiri dari lima PAUD, 26 SD, dan 19 SMP yang mengalami genangan dengan tingkat berbeda-beda.

Dengan kondisi tersebut, Dinas Pendidikan memastikan penerapan kebijakan pembelajaran yang lebih fleksibel. Sekolah yang tidak memungkinkan melaksanakan tatap muka, serta siswa yang rumahnya terendam dan sulit diakses, diarahkan menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Mayoritas sekolah yang kami datangi memilih PJJ penuh, kebijakan ini sudah sesuai dengan surat edaran yang kami sampaikan sebelumnya,” jelas Ryan.

Ia menegaskan, PJJ tidak hanya berlaku bagi sekolah yang tergenang, tetapi juga bagi peserta didik yang terkendala akses akibat banjir di lingkungan tempat tinggalnya.

Baca Juga :  Yamin Tinjau Normalisasi Sungai Jafri Zam Zam, Tekankan Penertiban Bangunan di Bantaran

Sementara itu, untuk tenaga pendidik, kebijakan yang diterapkan berbeda. Guru tetap diminta hadir ke sekolah dan melaksanakan tugas seperti biasa, sembari menunggu arahan lanjutan terkait mekanisme kerja ASN.

“Untuk guru, statusnya tetap masuk kerja, kami masih berkoordinasi dengan BKD terkait kebijakan kepegawaian di tengah kondisi banjir ini,” pungkasnya. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan