RANTAU, Kalimantan post com — Banjir rob masih terjadi di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Minggu (4/1/2026). Salah satunya di wilayah Margasari Tepatnya Kecamatan Candi Laras Selatan dan Candi Laras Utara, air masih mengenang baik dijalan nasional maupun pemukiman warga setempat dengan titik terparah di Desa Marampiau.
Di desa setempat ruas jalan nasional tergenang hingga setengah ban mobil.
Kondisi tersebut membahayakan pengguna jalan karena sejumlah lubang tertutup air. Warga setempat pun turun tangan membantu pengendara agar tidak terperosok.
“Air sudah menutup lubang-lubang di jalan. Kedalamannya hampir setengah ban mobil, jadi kami berjaga untuk mengarahkan pengendara,” kata Syahrani, warga setempat
Meski terendam, arus lalu lintas masih bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun pengendara dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari saat jarak pandang terbatas saat melintas di jalan tersebut.
Sementara Kepala Kalak BPBD Tapin melalui Operator Pusdalops-PB BPBD Tapin, Muhammad Sabirin, menjelaskan banjir rob dipicu curah hujan tinggi yang terjadi sejak pagi. Namun, debit air mulai menunjukkan tanda-tanda surut.
“Sebagian ruas jalan memang tergenang, tetapi masih dapat dilewati. Aktivitas warga secara umum tetap berjalan,” ujarnya.
Data BPBD Tapin mencatat status daerah aliran sungai (DAS) saat ini, yakni Sungai Tapin berstatus Siaga II, Sungai Margasari Siaga, dan Sungai Binuang dalam kondisi normal.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Penanganan dilakukan bersama TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Tagana, dan relawan melalui pemantauan lapangan, sosialisasi kepada warga, serta layanan pengobatan gratis.
“Kami tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada karena curah hujan masih tinggi dan berpotensi memicu banjir susulan,” kata Sabirin.
Adapun data terdampak banjir menurut catatan Posdalops BPBD Tapin pada hari Sabtu (3/12/2025) Kecamatan Candi Laras Selatan, banjir merendam tiga desa, yakni Sungai Rutas, Pabaungan Hilir, dan Baulin. Total warga terdampak mencapai 152 KK atau 549 jiwa. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter, sebagian masuk ke rumah warga. Satu bangunan SD Negeri Baulin ikut tergenang.
Bakarangan, Genangan Bertahan Tiga Pekan.
Kemudian Kecamatan Bakarangan Di Desa Masta banjir menggenangi rumah warga di RT 002 RW 002. Enam KK dengan 25 jiwa terdampak, dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter di dalam rumah.
Selanjutnya Kecamatan Binuang Di Kelurahan Raya Belanti (Cempaka), banjir merendam tiga RT dengan total 225 KK atau 900 jiwa terdampak. Ketinggian air berkisar 10–50 sentimeter dan sebagian besar masuk ke rumah warga. Satu fasilitas pendidikan, SDN Binuang 10, turut tergenang. Hingga saat ini kami terus memantau perkembangan dan bersama Dinas Kesehatan memberikan pengobatan kepada warga terdampak banjir. Kendati demikian warga diminta menjaga kesehatan, menghindari aktivitas di area genangan, dan segera melapor jika kondisi memburuk.(abd/KPO-4)














